Dark/Light Mode

Lebih Baik Cerewet Daripada Korban Berderet-deret

Letjen Doni: Jangan Bosan Sosialisasi Larangan Mudik

Kamis, 6 Mei 2021 07:36 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo meminta sosialisasi larangan mudik ditingkatkan

Sebab, masih ada sebagian kecil masyarakat yang diperkirakan bakal nekat mudik. Karena itu, dia meminta semua pihak tak lelah menyosialisasikan larangan mudik kepada masyarakat.

“Setiap saat, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Lebih baik hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet, daripada korban Covid-19 berderet-deret,” ujar Doni dalam diskusi virtual yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), kemarin.

Baca juga : BPIP Dan Seniman Indonesia Care Lanjutkan Sosialisasi Kebangsaan

Doni menyebutkan, sejauh ini ada 7 persen masyarakat yang masih memendam keinginan bisa mudik. Jumlah tersebut setara dengan 18,9 juta dari 270 juta penduduk Indonesia. Dia menyatakan, penurunan persentase masyarakat yang masih ingin mudik menjadi salah satu tugas yang harus dikerjakan saat ini.

Dia juga mengajak masyarakat untuk menaati larangan mudik. “Mari bersabar menahan diri, karena kalau ini dibiarkan, sangat pasti terjadi penularan oleh mereka yang datang dari luar ke kampung halaman,” imbaunya.

Doni menilai, setiap daerah tidak mempunyai kesiapsiagaan yang sama dalam menangani pasien Covid-19. Belum tentu suatu daerah punya rumah sakit yang memadai. Bahkan, bisa saja tidak ada dokter yang dapat merawat pasien Covid-19. Jika itu terjadi, bakal berakibat fatal bagi pasien Covid-19.

Baca juga : Mendes Giatkan Sosialisasi Larangan Mudik Jokowi

“Bisa mengakibatkan kematian. Banyak daerah mengalami peristiwa itu setahun yang lalu,” tutur Doni.

Sebelumnya, dia menyatakan, kasus aktif virus Corona di Indonesia pada 4 Mei sebanyak 99.087 orang. Kondisi itu menjadi yang terendah sepanjang setahun terakhir. Dia bilang, kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan atau sedang melakukan isolasi mandiri.

“Posisi negara kita sebenarnya dalam kondisi yang sangat bagus. Kasus aktif kita ini menduduki catatan terendah sepanjang setahun terakhir yaitu 5,88 persen,” ujar Doni, saat diskusi daring, di Jakarta, Selasa (4/5).

Baca juga : Kasih Bantuan Ke Korban Banjir, Anggota DPRD DKI: Jangan Bawa Atribut Ormas Terlarang

Sampai 4 Mei, angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia mencapai 91,4 persen, meski pada pekan ini untuk kasus sembuh dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan sebesar 17,1 persen dari pekan sebelumnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.