Dark/Light Mode

SDR: Jangan Ceroboh Bahas RUU Landasan Kontinen

Kita Miliki Potensi Logam Bernilai Triliunan Di Laut Lho

Kamis, 27 Mei 2021 17:20 WIB
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. (Foto: Istimewa)
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersama DPR sepakat membahas lebih lanjut isi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Landas Kontinen yang penyusunannya sudah dilakukan sejak 2017.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyambut baik pembahasan itu. Menurutnya, pembahasan RUU Landas Kontinen diperlukan untuk memperkuat dasar hukum dan memberikan kepastian hukum dalam melakukan klaim atas landas kontinen di atas 200 mil laut, pelaksanaan hak berdaulat untuk melakukan eksplorasi dan/atau eksploitasi sumber daya alam di landas kontinen, perundingan dan penyelesaian batas landas kontinen Indonesia dengan negara-negara tetangga, serta pelaksanaan penegakan hukum di landas kontinen.

Baca Juga : Paradigma Perpustakaan Sudah Berubah, Pustakawan Harus Kompeten

“Membahas Landas Kontinen penting. Eksekutif dan legislatif, jangan ceroboh membahas RUU ini. RUU ini ibarat pedang bermata dua, bisa menjadi manfaat bagi Indonesia atau justru jadi mudhorot,” kata Hari dalam siaran persnya kepada rm.id, Kamis ( 28/05).

Dia menilai, RUU ini akan berkorelasi sangat erat dengan kedaulatan wilayah Negara Republik Indonesia (NRI), terutama di lepas pantai. Di sini tidak menutup kemungkinan kepentingan asing bermain dengan menjegal pasal-pasal yang berusaha melindungi kepentingan negara. Sebab, seiring kemajuan teknologi, kekayaan alam di dasar perairan laut semakin beraneka rupa. Apalagi saat ini rame wacana tentang ditemukannya Manganese Nodules di dasar Samudera Indonesia. Manganese Nodules ini diyakini bisa diolah menjadi sejumlah senyawa yang esensial untuk teknologi terkini.

Baca Juga : Indonesia Targetkan Tambah Kuota Atlet Panahan Di Olimpiade Tokyo

Mengutip informasi dari hitekno.com, Manganese Nodules merupakan semacam batuan berisi logam langka bernilai tinggi. Logam ini merupakan komponen penting yang bisa diolah untuk kepentingan pengembangan teknologi seperti smartphone, baterai mobil listrik, dan lain-lain. Logam itu bernilai tinggi. Untuk Nodules yang terbentang 2 juta kilometer pada Samudra Pasifik antara Hawaii dan Meksiko disebut-sebut bernilai sekitar Rp 225 ribu triliun. Sumber daya ini belum banyak diketahui orang.

Hari juga menyoroti belum adanya penatalaksanaan prosedur ilmiah untuk riset di kawasan landas kontinen dalam RUU tersebut. Hal ini dikhawatirkannya membuka peluang bermunculannya riset ilmiah oleh pihak asing untuk kepentingan mereka.

Baca Juga : Jelang Lawan Oman, Skuad Garuda Terus Perbaiki Kesalahan

Hari mengaku, telah lama mengikuti proses RUU ini. Ditegaskannya, pihaknya akan terus mengawal proses ini.

“Kami berharap Pansus RUU Landasan Kontinen terbuka dan menggandeng elemen masyarakat untuk bersama-sama memuluskan pembahasan RUU ini agar tidak ada pembegalan dan penyelundupan hukum,” pungkasnya. [IAN]