Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sudah Tepat, Libatkan TNI/Polri Kejar Target Vaksinasi 1 Juta Penduduk Per Hari

Senin, 28 Juni 2021 17:53 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya mengakselerasi vaksinasi Covid-19 agar segera tercapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi. Salah satunya, dengan melibatkan TNI/Polri

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah menargetkan vaksinasi harian sebanyak satu juta dosis.

Program ini melibatkan 400 ribu personel TNI dan Polri yang direncanakan mulai diterapkan pada awal Juli tahun 2021.

"Pemerintah akan meningkatkan awal Juli menjadi 1 juta dosis per hari dengan melibatkan TNI/Polri sebanyak 400 ribu personel," ujar Menko Perekonomian ini, Senin (28/6).

Berita Terkait : Kejar Target Vaksinasi 7,5 Juta Warga DKI, Polda Metro Gandeng Gojek

Merujuk pada data vaksinasi Covid-19 per 27 Juni 2021, terdapat 27.115.763 warga yang sudah mendapat suntikan dosis pertama. Sedangkan, sebanyak 13.109.031 sudah menerima dosis kedua vaksin Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Epidemiologi FKM Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyebut, vaksinasi harus digenjot untuk menciptakan kekebalan setiap masyarakat.

"Vaksinasi ini harus segera dipercepat agar masyarakat memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. Meskipun kita belum tahu varian Delta atau B1.617.2 yang sudah banyak ditemukan di beberapa wilayah ini apakah masih mampu direndam efeknya dari vaksin yang kita miliki saat ini," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan implementasi penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro berjalan dengan baik. Diingatkannya, kecepatan virus Corona varian Delta diyakini lebih cepat menular dibandingkan sebelumnya.

Berita Terkait : Pecah Rekor, Vaksinasi Covid-19 Cetak Angka 1,3 Juta Per Hari

“PPKM mikro ini implementasinya harus ditegakkan dengan betul, karena mobilitas yang tinggi di kota-kota besar dikhawatirkan akan meningkatkan laju penyebaran Covid-19,” ungkap Miko.

Sementara Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Yusuf Rendy Manilet menyambut baik program vaksinasi 1 juta penduduk per hari.

"Saya sepakat, artinya vaksinasi ini kan merupakan salah satu cara dari sisi pendekat kesehatan untuk memutuskan mata rantai atau setidaknya mengurangi kasus penyebaran Covid-19 yang kita lihat mengalami peningkatan usai libur lebaran," ujar Yusuf.

Menurutnya, pelibatan TNI/Polri akan mampu membantu pemerintah fokus dalam penanganan vaksinasi. Soalnya, selama ini tenaga kesehatan di Indonesia harus terbagi atau pecah konsentrasinya karena penanganan pandemi sekaligus proses vaksinasi sendiri.

Berita Terkait : Jokowi: Terima Kasih!

"Sehingga dengan adanya bantuan dari TNI/Polri ini tentunya diharapkan proses vaksinasi bisa cepat tersalurkan hingga ke berbagai pelosok daerah," tuturnya.

Selanjutnya, Yusuf juga menyampaikan, pendekatan menggunakan bantuan TNI/Polri ini tidak hanya berhenti pada program vaksinasi aja, namun juga perlu diperkuat dalam 3T (tracing, testing, dan treatment), serta mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. 

"Sehingga masyarakat dapat lebih disiplin terhadap prokes (protokol kesehatan). Bantuan dari pihak Polisi dan TNI saya kira akan menjadi bantuan yang cukup bagus gitu dalam upaya memutus mata rantai Covid-19," tandasnya. [TIF]