Dark/Light Mode

Update Data Kemenhub Soal Tenggelamnya KMP Yunicee: 7 Meninggal, 11 Hilang, 39 Selamat

Kamis, 1 Juli 2021 07:38 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (tengah) dalam konferensi pers tenggelamnya KMP Yunicee di Perairan Gilimanuk, Bali, Rabu (30/6). (Foto: Humas Kemenhub)
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (tengah) dalam konferensi pers tenggelamnya KMP Yunicee di Perairan Gilimanuk, Bali, Rabu (30/6). (Foto: Humas Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan, sampai saat ini, tercatat 7 orang meninggal dunia, 11 hilang, dan 39 selamat dalam insiden tenggelamnya Kapal Feri Penyeberangan (KMP) Yunicee di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Selasa (28/6).

Laporan ini sekaligus meralat informasi kemarin, yang menyebut 44 orang selamat dalam peristiwa nahas tersebut.

Saat tenggelam, KMP Yunicee mengangkut 57 orang. Terdiri dari 41 orang penumpang dan 16 orang anak buah kapal (ABK). 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, 36 orang selamat dibawa ke Ketapang, dan 3 korban selamat lainnya dibawa ke Gilimanuk.

Baca juga : 6 Jenazah Korban Tenggelamnya KMP Yunice Di Selat Bali Ditemukan

"Berdasarkan data posko di Gilimanuk, masih terdapat 11 orang dalam pencarian," ujar Budi dalam keterangan resminya, Kamis (1/7).

Budi menjelaskan, KMP Yunicee milik PT Surya Timur Line tenggalam di selatan perairan Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (29/6) pukul 19.12 WITA.

Kecelakaan diperkirakan terjadi pada titik kordinat 8° 10'26,56''S - 114°25'4218''T.

KMP Yunice berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, pada pukul 18.29 WITA. Namun, pada pukul 19.12 WITA, kapal dilaporkan terbawa arus ke arah selatan Pelabuhan Gilimanuk. Posisinya menjadi miring, dan langsung tenggelam.

Baca juga : Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Meninggal Dunia Di Dalam Pesawat

Saat insiden terjadi, kapal penumpang yang berukuran panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter tersebut mengangkut muatan barang dan penumpang.

Rinciannya, 3 sepeda motor, 2 kendaraan pribadi, 18 truk berukuran sedang, 17 pick up, dengan 41 orang penumpang dan 16 anak buah kapal (ABK).

"Kami sangat berduka atas musibah yang terjadi. Dengan adanya kejadian ini, kami akan segera melakukan evaluasi. Semoga, kami bisa terus melakukan mitigasi perbaikan. Baik secara institusional, secara sistem, dan perbaikan pada beberapa regulasi," jelasnya.

Terkait hal ini, Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada mengatakan, pihaknya bersama dengan seluruh tim gabungan akan melakukan pencarian korban selama 7 hari sejak terjadinya kecelakaan.

Baca juga : Toyota Avanza Jatuh Dari KMP Ihan Batak, 1 Meninggal 3 Selamat

Tim gabungan yang berjumlah 150 personil terdiri dari Polda Bali, Polres Jembrana, Polairud Polres Jembrana, Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Basarnas Kabupaten Jembrana, SAR Brimobda Bali, Bataliyon C Pelopor Gilimanuk, TNI AL Gilimanuk, dan tim kesehatan atau Puskesmas.

"Jika korban belum seluruhnya ditemukan pada hari ketujuh, namun terdapat tanda-tanda keberadaan korban, kami akan melakukan evaluasi. Kami akan segera memperpanjang waktu pencarian," ujarnya.

Proses pencarian korban KMP Yunicee melibatkan kapal milik TNI Angkatan Laut yakni KRI Rigel dan KRI Soputan. Selain itu  juga ada kapal Basarnas, speed boat, dan travel boat[KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.