Dark/Light Mode

"Datang Ke Saya, Saya Tunjukin Ke Mukanya"

Luhut Nantang, Ayo Siapa Berani Lawan

Selasa, 13 Juli 2021 08:18 WIB
Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Setkab)
Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan, jengkel dengan pihak-pihak yang mengkritik penanganan Corona yang dilakukan Pemerintah. Jenderal TNI purnawirawan ini pun menantang para pengkritik itu untuk datang kepadanya. "Saya tunjukin ke mukanya," kata Luhut. Ayo siapa yang berani melawan tantangan Luhut?

Tantangan itu disampaikan Luhut dalam konferensi pers usai Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) dengan Presiden Jokowi, secara virtual, kemarin. Ratas itu dihadiri juga oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di awal konferensi pers, nada bicara Luhut masih santai. Menko Kemaritiman dan Investasi ini, menyampaikan bahwa dirinya baru saja melaporkan sejumlah perkembangan PPKM Darurat hingga Minggu (11/7) kepada Jokowi. Antara lain adanya penurunan mobilitas masyarakat di Pulau Jawa dan Bali hingga 10-15 persen dari target 20 persen lebih. Penurunan ini terlihat dari hasil pantauan menggunakan Google Traffic, Facebook Mobility, hingga Indeks Cahaya Malam NASA.

"Implementasi di lapangan kami lihat semakin baik," klaim Luhut.

Dengan penurunan mobilitas masyarakat itu, ia berharap, kasus harian Corona turun di bawah 30 ribuan. Namun, pada kenyataannya, ia mengakui kasus positif harian dalam 3 hari terakhir masih di atas 30 ribu lebih.

Luhut juga melaporkan tambahan stok vaksin, oksigen, obat-obatan, penambahan kapasitas rumah sakit. Dengan sejumlah capaian itu, ia optimis, dalam 4 sampai 5 hari ke depan, kondisinya akan membaik.

Setelah itu, nada bicara Luhut mulai meninggi. Terutama saat menyinggung orang yang menuding kasus Corona saat ini tak terkendali. "Yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya. Nanti saya tunjukin ke mukanya, kalau semua terkendali," tantangnya.

Ia mengakui, saat ini memang ada banyak masalah dalam penanganan Corona. Tapi, Luhut memastikan, tim yang dikomandoinya, kompak. Dengan tim yang kompak itu, Luhut optimis kasus Corona bisa terkendali. "Semua kami putuskan secara terintegrasi," tegasnya.

Pegiat LaporCovid-19 lewat akun Twitter resminya @laporcovid adalah salah satu pihak yang menyentil kata "terkendali" dalam penanganan pandemi Covid-19. Mereka meminta pemerintah menyetop pencitraan. Sebab, yang dilaporkan Pemerintah banyak kontradiksi dengan kondisi riil di lapangan.

"Dear pemerintah, penanganan #Covid19 itu terkendali atau terkendala? @jokowi @airlangga_hrt @BudiGSadikin @BNPB_Indonesia @KemenkesRI @lawancovid19_id," cuit akun Twitter resmi @LaporCovid, Sabtu (10/7).
 Selanjutnya