Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Beri Bantuan Rp 120 Miliar Untuk Petani NTB

Kamis, 28 Oktober 2021 11:38 WIB
Mentan, Syahrul Yasin Limpo
Mentan, Syahrul Yasin Limpo

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan Rp 120 miliar untuk memperkuat pertanian di Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB) sebagai salah satu lumbung pangan. 

"Kita ingin memperkuat pertanian di NTB dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional," ujar Yasin di Jakarta, Kamis (28/10). 

Mentan menegaskan, bahwa penguatan pertanian di NTB menjadi agenda yang amat strategis. Pasalnya, NTB memiliki berbagai komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional. 

Selain padi, tak kalah hebatnya juga memiliki komoditas unggulan seperti jagung, bawang putih, bawang merah dan sapi.

Berita Terkait : Pengamat: Zifivax Bisa Bantu Pencapaian Target Vaksinasi Pemerintah

"Maka dari itu, program-program yang bersifat penguatan kapasitas SDM penyuluh maupun petani terus kita masifkan," jelasnya. 

"Termasuk penguatan kelembagaan Kelompok Tani, itu sangat penting dalam merumuskan perencanaan program supaya lebih maksimal," lanjut SYL.   

Sementara Di Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, para petani yang tergabung ke dalam Kelompok Tani So Pali menggelar konsolidasi. Tujuannya untuk merumuskan berbagai program peningkatan produktivitas petani. 

Kepala UPTD Kecamatan Kempo, Nachin mengatakan, pertemuan membahas banyak hal. Terutama mengenai Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) penerimaan pupuk subsidi dan Kartu Tani. 

Berita Terkait : 27 Menit, Gregor Bantai Ratu Bulutangkis Eropa

eRDKK merupakan dasar penyusunan kebutuhan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan kelompok yang diverifikasi secara ketat. 

"Dengan adanya e-RDKK ini memperketat penyaluran pupuk bersubsidi sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk," kata Nachin.   

Nachin menambahkan, pihaknya juga membahas seputar pengajuan calon petani calon lapangan (CPCL) untuk kebutuhan benih tanaman yang didampingi petugas Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL). 

Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Desa Soro Barat Syafrudin mengatakan kalau pertemuan ini sangat penting untuk merencanakan poses penanaman panen dan pascapanen. Misalnya, bagaimana cara tanam yang benar yang diatur oleh Pemerintah agar produksinya meningkat.

Berita Terkait : Realisasi PEN Sudah Rp 433 T, Untuk Perlindungan Sosial Rp 125 T

Selain itu, fungsi penguatan kelembagaan tani juga penting. Karena kalau semuanya solid, maka setiap petani bisa meraih panen yang optimal, kesejahteraan meningkat. 
Untuk menuju ke arah sana perlu kerja sama antara pengurus dan anggota.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan para pemangku kepentingan di bidang pertanian harus memiliki kemauan dan semangat yang kuat dalam menjaga dan mengawal ketersediaan pangan. 

Selanjutnya, penyelenggara dan pelaku pertanian harus memiliki konsepsi dalam menggerakan terobosan guna berkontribusi dan mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.

"Salah satu elemen pentingnya adalah penyuluh. Mereka adalah garda terdepan dalam konteks penguatan SDM petani," ujar Dedi. [KAL]