Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terapkan ESG, Pupuk Kaltim Cetak Laba Bersih Rp 4,19 Triliun

Jumat, 29 Oktober 2021 13:42 WIB
Terapkan ESG, Pupuk Kaltim Cetak Laba Bersih Rp 4,19 Triliun

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) semakin kinclong di tengah pandemi Covid-19.

Perusahaan pupuk terbesar di Indonesia  ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,19 triliun sepanjang triwulan III 2021, atau 288 persen dari target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaam (RKAP). 

“PKT menyadari bahwa pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan aktivitas bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Direktur Operasi dan Produksi PKT Hanggara Patrianta dalam keterangannya, Jumat (29/10). 

Ia mengatakan, sejak tahun 2008, perusahaan berkomitmen dalam penerapan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) setiap tahunnya. Alhasil, perusahaan meraih dua penghargaan dalam Environmental, Social, Governance (ESG) Disclosure Awards 2021. 
 
Produsen Pupuk Urea terbesar di Indonesia ini meraih Rating Leadership AA dan Best ESG Disclosure dari Majalah Investor, bekerjasama dengan Bumi Global Karbon Foundation. 

“Penghargaan ini menjadi cerminan kinerja unggul PKT dalam menjaga keberlanjutan perusahaan dan lingkungan, dengan terus membangun ekosistem bisnis yang berfokus pada ESG secara konsisten,” ujar Hanggara. 

Ia menyebut, ada tiga program yang dijalankan PKT, yaitu  ekonomi, sosial dan lingkungan, yang diselaraskan dengan 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs). 

Berita Terkait : Konsumsi Listrik Naik, PLN Kantongi Pendapatan Rp 204,65 Triliun

Di mana, pengelolaan lingkungan merupakan aspek utama yang menjadi perhatian serius yang didukung kesadaran penuh seluruh insan perusahaan. 

Inovasi yang digagas juga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong terciptanya stabilitas lingkungan yang lebih baik, untuk menekan pencemaran dan dampak aktivitas industri semaksimal mungkin. 

“Dorongan bagi insan perusahaan tak hanya melalui pengembangan inovasi, tapi juga aksi nyata penyelamatan lingkungan dan ekosistem dalam mewujudkan keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi perusahaan,” terang Hanggara. 

Selain itu, peningkatan kinerja lingkungan juga dilaksanakan PKT melalui kebijakan Life Cycle Assesment (LCA) yang mencakup 5 aspek lingkungan, yakni efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, pengurangan pencemaran udara, 3R limbah B3, 3R limbah non B3, serta perlindungan keanekaragaman hayati. 

Emisi Gas Rumah Kaca

Dalam setahun terakhir, perusahaan mampu menekan volume emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 683.520,26 ton CO2, atau setara 16,73 persen dari total beban emisi perusahaan. 

Berita Terkait : Bandara Berguguran, Sayang Seribu Sayang

Begitu juga untuk efisiensi air, PKT telah mendaur ulang sebesar 7.732.730 m3 atau sekitar 80,87 persen dari total kebutuhan air selama 2020. 

Dari komitmen dan konsistensi tersebut, PKT menerima penghargaan Proper Nasional Peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk keempat kalinya pada 2020.

“Kebijakan LCA adalah bagian dari komitmennya T sebagai perusahaan PT Pupuk Indonesia untuk terus fokus dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Seluruh aspek di dalamnya menjadi perhatian utama untuk ditingkatkan setiap tahun,” tambah Hanggara. 

PKT juga ikut mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, melalui pemberdayaan hingga pembinaan masyarakat secara berkesinambungan. 

Beberapa program mencakup perbaikan lingkungan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan hingga pengambangan kapasitas SDM, seperti budidaya tanaman obat keluarga, pembinaan kawasan pesisir hingga pemilahan dan pengolahan sampah terpadu bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bontang. 

PKT juga menginisiasi program PKT Proaktif, sebagai wujud peran serta perusahaan untuk aktif berkontribusi sebagai agen pembangunan, disamping tanggung jawab sosial bagi masyarakat dan stakeholders. 

Berita Terkait : PP Raih Kontrak Baru Senilai Rp 13,48 Triliun

Upaya tersebut direalisasikan dengan berbagai langkah konkret dalam aktivitas bisnis perusahaan, yang tak hanya memberi perhatian melalui implementasi CSR, namun turut mendorong pengembangan UMKM, industri perintis, hingga pembangunan dan perbaikan lingkungan. 

“Perusahaan proaktif meningkatkan kontribusi dengan menyasar kesehatan masyarakat dan upaya penanggulangan dampak di segala bidang,” lanjut Hanggara. 

Ia menekankan, konsep keberlanjutan telah menjadi bagian dalam menjalankan aktivitas bisnis, yang diimplementasikan secara terintegrasi dan terstruktur. 

Kemudian, dukungan SDM yang andal dalam pengembangan program perusahaan, direalisasikan secara kontinyu dengan mengedepankan aspek manfaat bagi seluruh bidang kehidupan. 

“Ke depan, keberlangsungan bisnis perusahaan akan terus berjalan dengan konsep keberlanjutan, untuk dunia yang lebih baik bagi generasi penerus di masa depan,” pungkasnya. [MFA]