Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSP: Pendidikan Vokasi Wujudkan Visi Besar Jokowi

Kamis, 11 Nopember 2021 11:03 WIB
Tenaga Ahli  Utama Kantor Staf Presiden (KSP)  Fadjar Dwi Wishnuwardhani saat berkunjung ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis (11/11)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Fadjar Dwi Wishnuwardhani saat berkunjung ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis (11/11)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program pendidikan vokasi harus mewujudkan visi besar Presiden Jokowi, yakni memastikan pekerjaan dengan mendorong link and match dengan dunia usaha. 

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli  Utama Kantor Staf Presiden (KSP)  Fadjar Dwi Wishnuwardhani saat berkunjung ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Kamis (11/11)

"Untuk mewujudkan visi tersebut, KSP terus mendorong agar program pelatihan yang sudah disediakan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pembuatan MoU sebanyak mungkin antara Pemerintah dengan industri, " ujarnya. 

Berita Terkait : Suami Ceraikan Istri Yang Tak Ber-make-up

Dikatakannya, terbangunnya link and match antara program vokasi dan industri, akan menghasilkan lulusan yang handal dan sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini tentu sesuai dengan outcome yang diharapkan dari program vokasi karena industri bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja hasil pelatihan di BLK.

Dalam kesempatan itu, Fadjar juga mengapresiasi pelaksanaan Skill Development Center (SDC) di Kendari yang sudah berjalan baik. Meski demikian, program yang sudah berjalan sejak 2019 tersebut, masih butuh banyak dukungan dari Pemerintah Daerah setempat. 

"Kordinasi dan komunikasi antar OPD perlu ditingkatkan agar SCD bisa lebih ditingkatkan. Selain itu juga perlu alokasi anggaran dan payung hukum yang jelas," sambungnya. 

Berita Terkait : Menhub Tancap Gas Wujudkan Green Port

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Nahwa Umar mengatakan, Pemkot Kendari akan mengoptimalkan alokasi anggaran dari APBD. 

"Kami akan mendukung apabila ada tambahan anggaran dari pusat. Kami juga butuh arahan dari KSP untuk perbaikan koordinasi agar lebih terorganisir," kata Nahwa. 

Sementara itu, Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari sebagai tempat pelaksanaan dan pengembangan program SDC, saat ini memiliki 12 Kejuruan dengan 14 Program. Di antaranya elektronik, las, garmen, TIK, dan otomotif. Ke depan rencananya dibangun kejuruan alat berat mengingat sudah ada permintaan dari salah satu perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara. [MFA]