Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kepala RDIF Berharap Omicron Jadi Varian Covid Terakhir
Jumat, 21 Januari 2022 16:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejak terdeteksi pada Desember 2019, virus Covid-19 terus bermutasi dan menjangkiti ratusan juta orang di seluruh dunia. Dengan kecanggihan teknologi dan ilmu kedokteran sekarang ini, diharapkan, pandemi bisa berakhir dalam waktu dekat.
Kepala Russian Direct Investment Fund (RDIF), Kirill Dmitriev yakin varian terbaru Corona, Omicron, bisa menjadi jenis terakhir mutasi virus Corona.
"Kami berharap Omicron menjadi awal dari tanda berakhirnya pandemi. Namun, masih ada risiko mutasi lain yang kami harap jauh lebih lemah," katanya dalam briefing virtual, Kamis (20/1).
Baca juga : Riset Italia: Sputnik V Lebih Ampuh Hadapi Omicron Dibanding Pfizer
Strain virus Corona B.1.1.529, atau disebut Omicron, pertama kali ditemukan di Afrika selatan pada 2021.
Melihat hasil riset National Institute of Infectious Diseases Lazzaro Spallanzani di Italia, Dmitriev yakin Corona bisa perlahan dilemahkan.
Sebelumnya hasil riset di Italia tersebut mengungkapkan bahwa vaksin Sputnik V Rusia menunjukkan aktivitas penetralan virus yang tinggi terhadap varian Omicron, dua kali lebih ampuh dari vaksin Pfizer buatan Amerika Serikat.
Baca juga : Apa Kata Presiden Soal Omicron, Dengerin Nih!
Hasil riset yang bekerja sama dengan Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya ini baru saja dikeluarkan Kamis pagi (20/1).
Sputnik V sudah disetujui dan dipakai di 71 negara dengan total populasi lebih dari 4 miliar orang. Sputnik Light telah disahkan di lebih dari 30 negara dan dipakai sebagai pilihan vaksin booster.
Hasil riset ini, sebut Dmitriev, menunjukkan bukti keamanan Sputnik V dan Sputnik Light sebagai vaksin pilihan melawan Corona. Secara khusus, tidak ada efek samping yang serius dan tidak ada kematian terkait dengan vaksinasi dengan Sputnik V dan Sputnik Light yang dilaporkan.
Baca juga : Yuk, Vaksinasi Booster
Selain itu, tidak didapati pula efek samping peradangan pada lapisan tengah dinding jantung dan pembengkakan dan iritasi pada membran seperti kantung tipis yang membungkus jantung (pericardium) pasca vaksinasi dengan dua vaksin tersebut.
"Ini adalah bukti nyata dan jalan keluar kita dari krisis pandemi Covid-19," pungkas Dmitriev. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya