Dark/Light Mode

Presiden Karzai Layangkan Protes Keras

Rakyat Afghanistan Sedih Duitnya Disunat Joe Biden

Selasa, 15 Februari 2022 08:10 WIB
Warga Afghanistan di Kabul, menggelar unjuk rasa memprotes Presiden AS Joe Biden soal dana cadangan untuk kompensasi korban tragedi 9/11. (Foto: Hussein Malla/Associated Presse).
Warga Afghanistan di Kabul, menggelar unjuk rasa memprotes Presiden AS Joe Biden soal dana cadangan untuk kompensasi korban tragedi 9/11. (Foto: Hussein Malla/Associated Presse).

 Sebelumnya 
“Menahan uang Afghanistan atas nama apa pun tidak adil dan keliru. Uang itu milik rakyat Afghanistan. Saya meminta Presiden Joe Biden untuk mengembalikan uang itu kepada rakyat Afghanistan,” pinta Karzai dalam sebuah konferensi pers di Kabul, Minggu (13/2).

Karzai mengatakan, rakyat Afghanistan berbagi kesedihan dengan rakyat AS yang menderita akibat serangan teroris 9/11. Tidak ada warga Afghanistan yang terlibat dalam serangan itu.

Karzai mennyerukan semua rakyat Afghanistan, termasuk anggota pemerintahan sementara yang dipimpin Taliban, bersatu untuk mendapatkan kembali uang milik negara mereka.

Baca juga : Hamid Karzai Ajak Rakyat Afghanistan Ambil Kembali Aset Dari Tangan Asing

Sabtu (12/2), warga berunjuk rasa di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Mereka memprotes Inpres Presiden AS. Massa yang berkumpul di luar Masjid Raya Eid Gah menegaskan, uang tersebut milik rakyat Afghanistan. Selain itu, mereka juga mendesak AS untuk membayar kompensasi terhadap puluhan ribu warga Afghanistan yang tewas selama 20 tahun invasi AS di negara mereka.

“Bagaimana dengan rakyat Afghanistan yang telah memberikan begitu banyak pengorbanan dan ribuan korban jiwa? Uang ini milik rakyat Afghanistan, bukan Amerika Serikat. Ini hak rakyat Afghanistan,” teriak Abdul Rahman, sang aktivis.

Sebuah tulisan yang dibawa demonstran menyebut AS kejam dan pencuri uang rakyat Afghanistan. Juru bicara politik Taliban Mohammad Naeem juga menuduh pemerintahan Biden memiliki tingkat kemanusiaan paling rendah.

Baca juga : Ketua DPRD DKI Sayangkan Pemprov Paksakan Gelar Formula E Di Tengah Pandemi

“Merampok uang rakyat Afghanistan yang dibekukan Amerika adalah tindakan paling hina yang dilakukan negara secara moral dan kemanusiaan,” cuitnya.

Torek Farhadi, penasihat keuangan untuk Pemerintah Afghanistan yang lama mempertanyakan keputusan tersebut. Dia juga mempertanyakan mengapa dana 3,5 miliar dolar yang akan dicairkan untuk bantuan kemanusiaan diberikan melalui badan PBB.

Dia curiga, dana tersebut tak ditujukan sebagai bantuan kemanusiaan. Namun untuk membantu mengamankan mata uang, kebijakan moneter, serta mengelola neraca pembayaran negara. Farhadi juga mempertanyakan legalitas Inpres yang dikeluarkan Biden.

Baca juga : Presiden Minta Menparekraf Segera Lakukan Rebranding Di Danau Toba

“Cadangan dana ini milik rakyat Afghanistan, bukan Taliban. Keputusan Biden ini sepihak dan tidak sesuai dengan hukum internasional. Tidak ada negara lain di bumi yang membuat penyitaan cadangan negara lain seperti ini,” ketus Farhadi, dikutip dari Associated Press, Minggu (13/2).

Setelah Biden meneken Inpres tersebut, media sosial ramai dengan tanda pagar #USA_ stole_money_from_afghan yang digaungkan kalangan warga Afghanistan di AS. Cuitan berulang kali juga mengungkapkan, pelaku serangan 9/11 adalah warga negara Arab Saudi, bukan Afghanistan. [DAY/PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.