Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gencatan Senjata Di Dua Wilayah
Rusia-Ukraina Istirahat Sehari
Minggu, 6 Maret 2022 08:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di hari kesepuluh perang, Rusia-Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata. Namun, gencatan senjata itu hanya berlangsung sehari dan khusus untuk dua wilayah di Ukraina: Mauriupol dan Volnovakha. Di luar itu, perang masih tetap membara.
Mauripol dan Volnovakha merupakan 2 wilayah yang selama ini jadi medan peperangan tentara Rusia-Ukraina. Meskipun masih terjadi perlawanan dari tentara Ukraina, dua kota itu sudah sudah berhasil dikuasai tentara Rusia. Akibat penguasaan itu, warga sipil yang masih bertahan di Mauripol dan Volnovakha mengalami kesulitan terhadap berbagai fasilitas publik seperti air, listrik hingga makanan.
Baca juga : Rusia Umumkan Gencatan Senjata, Demi Muluskan Evakuasi Warga Mariupol Dan Volnovakha
Mariupol merupakan sebuah kota berpenduduk sekitar 450.000 orang di Laut Azov. Kota ini memiliki pelabuhan strategis yang memungkinkan akses maritim penting. Pendudukan kota ini dianggap dapat membuat pasukan Rusia yang datang dari semenanjung Crimea yang langsung terhubung dengan pasukan Donbas yang dikuasai separatis.
Sedangkan Volnovakha adalah kota berpenduduk sekitar 20.000 orang yang terletak di dekat bekas garis depan Ukraina dengan separatis yang didukung Rusia. Kota ini berjarak sekitar 60 kilometer (38 mil) dari Donetsk yang dikuasai separatis, sebuah pusat regional.
Baca juga : Upaya Peningkatan Keselamatan Di Perlintasan Sebidang
Permintaan agar terjadinya gencatan senjata itu, awalnya disuarakan Wali Kota Mariupol, Vadim Boychenko. Dia mengaku, kotanya berada di bawah blokade atau pengepungan pasukan Rusia dan meminta koridor kemanusiaan. Sementara kondisi warga berada dalam kondisi memprihatinkan.
Kementerian Pertahanan Rusia mengabulkan permintaan itu dan mengumumkan gencatan senjata di dua kota tersebut. Gencatan senjata disepakati untuk membuka jalur bagi warga sipil untuk mengungsi ke wilayah aman.
Baca juga : Sedih, Rusia-Ukraina Masih Berdarah-darah
“Hari ini (kemarin), 5 Maret, mulai pukul 10 pagi waktu Moskow, pihak Rusia mengumumkan gencatan senjata dan membuka koridor kemanusiaan untuk keluarnya warga sipil dari Mariupol dan Volnovakha,” kata pihak Kemenhan dilansir dari Channel News Asia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya