Dark/Light Mode

Gencatan Senjata Di Dua Wilayah

Rusia-Ukraina Istirahat Sehari

Minggu, 6 Maret 2022 08:40 WIB
Ilustrasi. Patung Taras Shevchenko, penyair Ukraina dan simbol nasional, berdiri dengan latar belakang sebuah rumah budaya yang hancur setelah serangan udara malam di desa Byshiv, sebelah barat Kyiv, Ukraina, Jumat, 4 Maret 2022. (AP Photo/Efrem Lukatsky)
Ilustrasi. Patung Taras Shevchenko, penyair Ukraina dan simbol nasional, berdiri dengan latar belakang sebuah rumah budaya yang hancur setelah serangan udara malam di desa Byshiv, sebelah barat Kyiv, Ukraina, Jumat, 4 Maret 2022. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di hari kesepuluh perang, Rusia-Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata. Namun, gencatan senjata itu hanya berlangsung sehari dan khusus untuk dua wilayah di Ukraina: Mauriupol dan Volnovakha. Di luar itu, perang masih tetap membara.

Mauripol dan Volnovakha merupakan 2 wilayah yang selama ini jadi medan peperangan tentara Rusia-Ukraina. Meskipun masih terjadi perlawanan dari tentara Ukraina, dua kota itu sudah sudah berhasil dikuasai tentara Rusia. Akibat penguasaan itu, warga sipil yang masih bertahan di Mauripol dan Volnovakha mengalami kesulitan terhadap berbagai fasilitas publik seperti air, listrik hingga makanan.

Baca juga : Rusia Umumkan Gencatan Senjata, Demi Muluskan Evakuasi Warga Mariupol Dan Volnovakha

Mariupol merupakan sebuah kota berpenduduk sekitar 450.000 orang di Laut Azov. Kota ini memiliki pelabuhan strategis yang memungkinkan akses maritim penting. Pendudukan kota ini dianggap dapat membuat pasukan Rusia yang datang dari semenanjung Crimea yang langsung terhubung dengan pasukan Donbas yang dikuasai separatis.

Sedangkan Volnovakha adalah kota berpenduduk sekitar 20.000 orang yang terletak di dekat bekas garis depan Ukraina dengan separatis yang didukung Rusia. Kota ini berjarak sekitar 60 kilometer (38 mil) dari Donetsk yang dikuasai separatis, sebuah pusat regional.

Baca juga : Upaya Peningkatan Keselamatan Di Perlintasan Sebidang

Permintaan agar terjadinya gencatan senjata itu, awalnya disuarakan Wali Kota Mariupol, Vadim Boychenko. Dia mengaku, kotanya berada di bawah blokade atau pengepungan pasukan Rusia dan meminta koridor kemanusiaan. Sementara kondisi warga berada dalam kondisi memprihatinkan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengabulkan permintaan itu dan mengumumkan gencatan senjata di dua kota tersebut. Gencatan senjata disepakati untuk membuka jalur bagi warga sipil untuk mengungsi ke wilayah aman.

Baca juga : Sedih, Rusia-Ukraina Masih Berdarah-darah

“Hari ini (kemarin), 5 Maret, mulai pukul 10 pagi waktu Moskow, pihak Rusia mengumumkan gencatan senjata dan membuka koridor kemanusiaan untuk keluarnya warga sipil dari Mariupol dan Volnovakha,” kata pihak Kemenhan dilansir dari Channel News Asia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.