Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kalahkan Le Pen Di Pilpres Prancis
Macron Jadi Jawara, Pemimpin Eropa Lega
Selasa, 26 April 2022 08:05 WIB
Sebelumnya
Sementara, Kanselir Jerman Olaf Scholz menawarkan kerja sama Prancis-Jerman yang berkelanjutan, yang dianggap sebagai mesin integrasi Eropa. Draghi, Scholz dan Macron disebut trio penguat UE.
Banyak pemimpin menyebut Macron sebagai “cher (sayang) Emmanuel”. Ia dinilai sebagai satu pemimpin yang paling pro-Uni Eropa. Visinya dianggap akan membantu menghadapi kebangkitan China dan ancaman militer Rusia.
Baca juga : Pilpres Prancis Putaran Kedua, Macron Minta Rakyat Percaya Padanya
PM Spanyol Pedro Sanchez yang men-tweet ucapan selamat kepada Macron, sebelumnya menulis opini di harian Prancis Le Monde bersama PM Portugal Antonio Costa dan Kanselir Scholz, mengkritik Le Pen dan mendesak rakyat Prancis memilih Macron.
“Peluang akan ada Pemerintah pro-Eropa di Prancis dan Jerman setidaknya selama empat tahun ke depan, harus diambil,” kata Anton Hofreiter, Ketua Komite Eropa di Bundestag (Parlemen Jerman).
Baca juga : Capres Prancis: Embargo Minyak & Gas Rusia Sama Saja Hara Kiri Bagi Eropa
Macron yang merupakan petahana memenangkan pemilu putaran kedua melawan Le Pen, Minggu (24/4). Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Prancis, Macron meraih 58,6 persen suara, diikuti Le Pen 41.4 persen. Dengan kemenangan ini, Macron menjadi Presiden Prancis pertama dalam 20 tahun terakhir yang terpilih kembali untuk periode dua jabatannya.
Ratusan demonstran turun ke jalanan Paris dan Kota Rennes, memprotes terpilihnya Macron. Namun polisi telah membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya