Dark/Light Mode

Warganya Tewas Di Tangan Militan Pakistan, China Murka

Kamis, 28 April 2022 08:10 WIB
Polisi melakukan investigasi di lokasi bom bunuh diri di depan pintu masuk Institut Konfusius University of Karachi, Pakistan, Selasa, 26 April 2022. (Foto Reuters/Akhtar Soomro)
Polisi melakukan investigasi di lokasi bom bunuh diri di depan pintu masuk Institut Konfusius University of Karachi, Pakistan, Selasa, 26 April 2022. (Foto Reuters/Akhtar Soomro)

 Sebelumnya 
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Asim Iftikhar menyebut, insiden itu tercela dan serangan langsung terhadap hubungan Pakistan dan China.

Mantan PM Imran Khan, yang digulingkan dari kekuasaan pada awal April lalu, juga menyebut, insiden itu adalah agenda khusus untuk mencoba merusak hubungan strategis Pakistan-China.

Baca juga : Pantau Stabilitas Pangan, Direktur Alsintan Keliling Pasar Aceh

Insiden ini merupakan serangan besar pertama tahun ini terhadap Warga Negara China yang bekerja di Pakistan. Juli tahun lalu, serangan bom bunuh diri meledakkan sebuah bus penumpang di Pakistan utara yang menewaskan 13 orang. Termasuk sembilan orang warga China yang bekerja di pembangkit listrik tenaga air.

Pada April 2021, serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah hotel mewah yang menampung Duta Besar China di Quetta, Ibu Kota Provinsi Balochistan. Insiden itu menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya. Namun Sang Dubes selamat dalam kejadian itu. Serangkaian serangan itu membuat Pakistan membayar jutaan dolar sebagai kompensasi kepada keluarga para pekerja China yang tewas.

Baca juga : Prabowo Top Five Capres Dengan Tren Positif Di Dunia Maya

Dilansir BBC, para korban bom bunuh diri itu menumpang minibus yang kembali ke kampus setelah istirahat makan siang. Bom itu meledak di pintu masuk Institut Konfusius dan menyasar mobil itu.

Warga China kerap menjadi target separatis BLA, di saat Pakistan terlibat proyek infrastruktur besar sebagai bagian dari Belt and Road Initiative (OBOR) yang disebut Jalur Sutra Abad 21. Proyek itu merupakan strategi pengembangan infrastruktur global. Demi mewujudkannya, sejak 2013, China berinvestasi di 70 negara dan organisasi internasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.