Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kelompok Seks Sejenis Mendominasi

Simak, Fakta Soal Cacar Monyet Yang Kini Merebak Di Amerika dan Eropa

Jumat, 20 Mei 2022 08:25 WIB
Ilustrasi virus penyebab cacar monyet (Foto: Getty Images)
Ilustrasi virus penyebab cacar monyet (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyakit cacar monyet (monkeypox) kini merebak di Inggris, Portugal, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Wabah ini harus diwaspadai, mengingat cacar monyet dipicu oleh virus, yang menyebar melalui kontak erat.

Penyakit yang pertama kali ditemukan pada monyet ini, sebagian besar terjadi di wilayah barat dan tengah Afrika. Hanya sesekali menyebar di tempat lain.

Berikut fakta sementara tentang cacar monyet yang didukung data para ilmuwan, seperti dilansir Reuters, Kamis (19/5):

1. Ada 2 varian

Monkeypox adalah virus yang menyebabkan gejala demam serta ruam bergelombang yang khas. Biasanya, hanya demam ringan.

Sejauh ini, ada 2 varian yang dianggap dapat memunculkan penyakit cacar monyet. Yakni varian Kongo yang memiliki risiko kematian hingga 10 persen, dan Afrika Barat yang disebut hanya mengakibatkan 1 persen kasus kematian. 

Berita Terkait : Wabah Cacar Monyet Kini Merebak Di Amerika Utara Dan Eropa, Dicurigai Menular Secara Seksual

Kasus-kasus di Inggris, telah dilaporkan sebagai penyakit cacar monyet yang diakibatkan oleh varian Afrika Barat. 

2. Kejadian Tidak Biasa

Profesor Kesehatan Masyarakat Internasional di London School of Hygiene and Tropical Medicine Jimmy Whitworth menjelaskan, secara historis, kasus ekspor cacar monyet tergolong sangat sedikit. 

"Sebelum tahun ini, hanya ada delapan kali di masa lalu. Kejadian cacar monyet sekarang ini, tergolong tidak biasa," kata Whitworth.

Portugal telah mencatat lima kasus yang dikonfirmasi. Sementara Spanyol, sedang menguji 23 kasus potensial. Sedangkan Amerika, satu kasus. 

3. Menyebar Lewat Kontak Erat

Virus yang pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958 ini, menyebar melalui kontak erat. Baik di kalangan hewan atau manusia.

Berita Terkait : Ini Analisa Pakar Soal Kecepatan Mobil Yang Ditumpangi Vanessa Angel

Karena ditemukan pertama kali pada monyet, penyakit ini diberi nama cacar monyet. Meski saat ini, hewan pengerat juga diduga menjadi inang.

4. Didominasi Kelompok Seks Sejenis

Transmisi kali ini membingungkan para ahli, karena sejumlah kasus di Inggris - sembilan pada 18 Mei - tidak diketahui saling berhubungan.

Hanya kasus pertama pada 6 Mei, yang dilaporkan memiliki riwayat perjalanan dari Nigeria.  

Soal ini, para ahli telah mengingatkan potensi penularan yang lebih luas, jika kasus tidak dilaporkan.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga menyoroti fakta, bahwa sebagian besar kasus cacar monyet saat ini terdeteksi di antara kelompok seks sejenis. Pria yang mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Kelompok ini diminta lebih waspada.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, para ilmuwan kini sedang melakukan pengurutan genom untuk melihat keterkaitan virus-virus tersebut.

Berita Terkait : Kelompok Milenial Apresiasi Solusi Kapolri Soal Geger Di KPK

5. Imbas Meningkatnya Perjalanan

Salah satu skenario yang diduga berperan meningkatkan jumlah kasus adalah peningkatan perjalanan, karena pembatasan Covid-19 telah dicabut.

"Ada banyak kasus di wilayah barat dan tengah Afrika, setelah perjalanan tak lagi dibatasi. Itulah mengapa, kami menjumpai lebih banyak kasus," kata Whitworth.

6. Diyakini Tak Seperti Covid-19

Monkeypox membuat ahli virologi waspada, karena termasuk dalam keluarga cacar. Meski penyakit yang ditimbulkan, tergolong tidak terlalu serius.
 Selanjutnya