Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
10 Tahun Protes Kepemilikan Senjata Tanpa Hasil
Frustrasi, Puluhan Ribu Warga AS Turun Ke Jalan
Senin, 13 Juni 2022 08:05 WIB
Sebelumnya
Masalah kekerasan senjata di AS telah menewaskan lebih dari 19.300 orang sepanjang tahun ini. Menurut Gun Violence Archive, dari jumlah tersebut, lebih dari setengah kematian itu karena bunuh diri.
Namun para anggota kongres cenderung menyoroti masalah kekerasan senjata api adalah soal kesehatan mental. Apalagi setelah penembakan di Robb Elementary School di Uvalde, Texas. Pembantaian itu dilakukan seorang pria bersenjata yang membeli dua senapan serbu tidak lama setelah dia berulang tahun ke-18.
Baca juga : 15 Tahun Peluru Bersarang Di Punggung, Wanita AS Jalani Hidup
Pendukung pengendalian senjata menyerukan pembatasan yang lebih ketat atau larangan langsung terhadap senapan semacam itu. Tetapi para penentang menyebut, penembakan massal terutama sebagai masalah kesehatan mental, bukan masalah senjata.
"Mayoritas orang AS mendukung undang-undang senjata yang lebih ketat. Namun. tentangan dari banyak anggota parlemen Republik telah lama menjadi rintangan bagi perubahan besar. Keinginan rakyat AS sedang ditumbangkan minoritas,” cibir Cynthia Martins (63) yang merujuk pada Partai Republik.
Baca juga : HUT Ke-10, Lazada Bangun Sentra Vaksinasi Booster Puluhan Ribu Mitra Kurir
Menurutnya, ada alasan mengapa warga masih dalam situasi ini. Rentetan penembakan yang terus terjadi di AS, semakin meningkatkan tensi debat mengenai kekerasan senjata api. Namun sejauh ini, lanjut Martins, prospek adanya legislasi federal terkait hal tersebut masih belum dapat dipastikan.
“Karena sebagian politisi Partai Republik menentang keras segala bentuk pembatasan terhadap senjata api,” tegasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya