Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laporan Muhammad Rusmadi Dari Korea Selatan
Energi Baru Terbarukan Buka Lebih Banyak Loker
Kamis, 16 Juni 2022 08:05 WIB
Sebelumnya
Sebagian ada yang mungkin kehilangan pekerjaan. Tapi ada juga yang bakal mendapatkan peluang pekerjaan. “Membuka program-program pelatihan kembali, mungkin di antara solusinya,” dia mencontohkan.
Sejauh ini, ungkapnya, pihaknya sudah melakukan sejumlah analisa. Termasuk untuk konteks Indonesia. Seperti, akan ada pekerjaan yang sifatnya temporal, misalnya terkait konstruksi. Tapi juga akan ada yang bersifat permanen.
Baca juga : Bersihkan BUMN Dari Korupsi, Ketegasan Erick Thohir Layak Dicontoh
Rijsberman memberi contoh kasus di Kolombia. Dia mengaku pernah berdiskusi dengan Menteri Keuangan Kolombia, yang menjelaskan posisi negaranya sebagai pengkespor batu bara. Juga banyaknya pabrik minyak dan gas di negara tersebut. Sehingga, menurutnya, wajar Kolombia khawatir, ketika akan berubah ke industri hijau.
Selama ini, jelas Rijsberman, pertambangan batu bara Kolombia menyerap sekitar 60 ribu lapangan kerja. Namun GGGI menunjukkan studi, setelah 15 tahun, ketika Pemerintah berinvestasi di bidang industri dan teknologi hijau di wilayah yang sama, maka jumlah lapangan kerja baru yang tercipta jauh lebih besar, dibanding jumlah yang hilang di bidang pertambangan batu bara. “Karena tersedia lebih dari 70 ribu lapangan kerja,” jelasnya lagi.
Baca juga : Dubes Sulis: Peran Media Penting Di Kepemimpinan Indonesia G20
The Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea diikuti 10 wartawan Indonesia. Yakni Muhammad Rusmadi (Rakyat Merdeka/ RM.id), Adhitya Ramadhan (Kompas), Ana Noviani (Bisnis Indonesia), Desca Lidya Natalia (Antara), Dian Septiari (The Jakarta Post), Idealisa Masyrafina (Republika), Laela Zahra (Metro TV), Riva Dessthania (CNN Indonesia), Suci Sekarwati (Tempo) dan Tanti Yulianingsih (Liputan6.com).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya