Dewan Pers

Dark/Light Mode

Duta Besar Indonesia Untuk Jerman Arif Havas Oegroseno

Bangga Anak Negeri Tampil Di Documenta Fifteen

Senin, 20 Juni 2022 07:05 WIB
Asyik Berbincang: Dubes RI Arif Havas Oegroseno (keempat kiri) asyik berbincang dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (ketiga kiri) saat pembukaan Documenta Fifteen, di Museum Fridericianum dan Documenta Halle kota Kassel, Hesse, Jerman, Sabtu, 18 Juni 2022. (Foto RM/KBRI Berlin)
Asyik Berbincang: Dubes RI Arif Havas Oegroseno (keempat kiri) asyik berbincang dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (ketiga kiri) saat pembukaan Documenta Fifteen, di Museum Fridericianum dan Documenta Halle kota Kassel, Hesse, Jerman, Sabtu, 18 Juni 2022. (Foto RM/KBRI Berlin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno merasa bangga hadir dalam pembukaan pagelaran seni kontemporer bergengsi Jerman, Documenta Fifteen, 18 Juni lalu. Pasalnya, sejumlah seniman Indonesia yang tergabung dalam komunitas ruangrupa unjuk gigi menjadi kurator pertama dari Asia yang didaulat untuk memimpin acara lima tahunan ini.

Acara Documenta Fifteen bakal diselenggarakan pada 18 Juni hingga 25 September 2022 di kota Kassel, negara bagian Hessen, Jerman. Pembukaan hajatan seniman internasional itu diselenggarakan di Museum Fridericianum dan Documenta Halle di pusat kota Kassel, Hesse, Jerman, Sabtu (18/6).

Acara tersebut dibuka Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Pada acara pembukaan, Dubes Havas hadir bersama Konsul Jenderal RI untuk Frankfurt, Acep Somantri.

"Saya sebagai Duta Besar Indonesia di Jerman dan sebagai warga negara Indonesia. Sangat bangga dengan kurasi yang dilakukan teman-teman dari ruangrupa dan bekerja sama dengan artis-artis dan seniman dari seluruh dunia,” kata Dubes Havas dalam keterangan resmi KBRI Berlin, kemarin.

Berita Terkait : Perkuat Kerja Sama Kebencanaan Jakarta-Tokyo

Menurut Dubes Havas, dalam pameran tersebut dapat dilihat ekspresi seni dari Indonesia. Antara lain dalam bentuk seni kain, seni musik, seni pahat, dan seni patung.

“Kami berharap dari pameran ini dapat membuka jendela pemahaman Indonesia yang lebih luas lagi bagi masyarakat Jerman mengenai Indonesia,” ucap mantan Dubes RI untuk Belgia itu.

“Terima kasih teman-teman ruangrupa dan terima kasih sekali lagi Documenta yang telah memilih Indonesia sebagai kurator. Dan, terima kasih kepada Pemerintah Jerman yang sudah membantu Indonesia mewujudkan hal ini,” sambungnya.

 

Di bawah kurasi ruangrupa, Documenta Fifteen mengedepankan prinsip “lumbung” sebagai tempat penyimpanan bahan pangan khas Indonesia yang dimaknai sebagai tempat untuk menyimpan hasil kreasi seni untuk dinikmati bersama.

Berita Terkait : Pesan 500 Tiket Dukung Timnas Di Piala Asia

Prinsip-prinsip yang dikedepankan dalam konsep lumbung adalah sikap murah hati (generosity), humor (humour), membumi (local anchoring), kebebasan (independence), regenerasi (regeneration), transparansi (transparency) dan kesederhanaan (frugality).

Setidaknya, sebanyak 1.500 seniman terlibat dalam penyelenggaraan Documenta Fifteen. Kegiatan ini digelar di 32 tempat eksibisi dan tersebar di Kassel dan sekitarnya. Selain dari Indonesia dan Jerman, seniman yang tampil dalam Documenta kali ini antara lain berasal dari Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Kenya, Mali, hingga Spanyol.

Menurut KBRI Berlin, Documenta Fifteen menjadi salah satu highlight dari rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman. Karena, penyelenggaraan Documenta mencerminkan eratnya hubungan kerja sama antara kedua negara dengan pelibatan ruangrupa yang dipercaya menjadi artistic director Documenta.

Ragam karya seni yang ditampilkan antara lain lukisan, video, instalasi, penampilan musik, tari, dan dongeng. Serta diskusi seputar berbagai isu global seperti perubahan iklim maupun isu-isu politik.

Berita Terkait : Jadi Juri Puteri Indonesia 2022, Puan: Suara Perempuan Bawa Perubahaan Di Dunia

Dalam pembukaan, Presiden Steinmeier menyebutkan bahwa Documenta merupakan ajang bersejarah, karena untuk pertama kalinya melibatkan kurator dari Global South.

 

Lebih jauh, Presiden Steinmeier membahas pentingnya perdebatan politik yang terbuka, termasuk dalam dunia seni, khususnya apabila karya seni menyentuh isu-isu yang bersifat politis.

Sebelumnya, saat Presiden Steinmeier mengunjungi Indonesia, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya atas kesediaannya membuka secara langsung Documenta Fifteen. Presiden Steinmeier datang langsung untuk membuka Documenta Fifteen setelah kembali ke Jerman usai kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 15-17 Juni 2022. ■