Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Listrik Nyala Sehabis Mati Lampu 5 Jam, Warga Manhattan Bersorak Lega
Minggu, 14 Juli 2019 12:25 WIB
Sebelumnya
Pemadaman listrik skala besar sebelumnya juga pernah terjadi saat badai Super Sandy melanda pada 2012 dan 2003. Namun, pemadaman listrik terparah terjadi pada 13 Juli 1977. Saat itu, rusuh dan penjarahan terjadi selama pemadaman listrik yang terjadi selama 25 jam.
Dave dan Dara Campbell dari Arizona yang tengah liburan ke Manhattan, langsung dihubungi kerabat mereka saat kabar pemadaman listrik disiarkan TV nasional. "Mereka bertanya, apakah kami baik-baik saja," ujar Dara Campbell (40) kepada Reuters.
Mengantisipasi tindakan kriminal selama pemadaman, Cuomo mengerahkan tambahan 100 personel polisi, untuk mengatur lalu lintas dan berpatroli dengan sepeda motor. Selagi mati lampu, warga berusaha melanjutkan aktivitas mereka dengan bantuan senter dari ponsel.
Baca juga : Carrie Lam Nyatakan RUU Ekstradisi Mati, Warga Hong Kong Tetap Tak Percaya
Para pemakai layanan kereta bawah tanah pun terpaksa jalan kaki, karena tidak adanya layanan selama putusnya aloran listrik.
Wali Kota New York Bill de Blaiso, yang tengah berada di Iowa untuk kampanye, sudah berkordinasi dengan komisioner kepolisian mengenai kemungkinan serangan teroris. "Sejauh pemeriksaan mereka, ini hanya masalah teknis. Tidak ancaman terorisme dalam insiden ini," terang de Blaiso.
Tagar #blackoutnyc meramaikan media sosial mengabarkan situasi selama pemadaman listrik. "Kami terjebak di kereta bawah tanah selama 75 menit. Kami mencari.jalan keluar dengan bantuan senter ponsel kami," ujar pengguna kereta bawah tanah Mark O'Malley (57).
Baca juga : Biar Sehat, Lebaran Jangan Cuma Makan Daging, Sayuran Juga
Puluhan orang mengunggah foto di media sosial jalan, kereta bawah tanah dan apartemen diselimuti kegelapan. Pemadaman listrik mengganggu layanan di kota terpadat di Amerika Serikat itu, dengan Otoritas Transportasi Metropolitan New York di Twitter mendorong "semua orang untuk menghindari stasiun kereta bawah tanah".
Petugas pemadam kebakaran mengatakan mereka menanggapi banyak permintaan bantuan, terutama dari orang-orang yang terjebak dalam lift.
Lampu mobil polisi dan ambulans menjadi satu-satunya cahaya yang menerangi kota elit itu. Di hotel Row NYC di 8th Avenue, puluhan tamu duduk di trotoar di luar properti. Staf hotel meminta mereka untuk tidak masuk karena tidak ada lampu dan lift, kata turis Spanyol berusia 16 tahun, Alba Moreno.
Baca juga : 20Ribu Jamaah Masjid Moskow Berdoa Untuk Palestina
Con Edison mengatakan akan membuat sebagian besar pelanggannya kembali menerima jaringan listrik pada tengah malam, tetapi ada beberapa detail tentang penyebab pemadaman. "Ini tampaknya kesalahan mereka saat mentransmisikan daya dari satu bagian kota ke bagian lain demi memenuhi permintaan," kata de Blasio. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya