Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un ikut memilih dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Minggu (21/7) waktu setempat. Dilansir AFP, pilkada di Korut diikuti 99,98 persen pemilih terdaftar. Jumlah tersebut naik 0,01 persen dari jumlah pemilih 2015.
Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut hanya warga Korut di luar negeri yang sedang ke luar negeri atau bekerja di lautan tidak bisa ikut memilih. "Bahkan para pemilih dengan usia lanjut atau yang mengalami sakit menggunakan hak suara melalui kotak surat suara yang mobile," sebut KCNA dalam pernyataannya.
Baca juga : Industri Plastik Dan Karet Tumbuh 6,9 Persen
Korut yang terisolasi ini menggelar pemilu daerah setiap empat tahun untuk memilih perwakilan bagi setiap provinsi, kota dan distrik dalam dewan daerah setempat. Biasanya, 99 persen pemilih di negara penganut sistem satu partai ini ikut dalam pemungutan suara. Mereka semua pada dasarnya memilih untuk kandidat yang tidak punya saingan.
Korut sering membanggakan tingginya untuk jumlah pemilih. Sebagai wujud kesatuan pemikiran tunggal untuk memuja sosialisme yang terpusat pada rakyat ala Korea. Karena tidak adanya persaingan antara para kandidat, pemilu di Korut pada dasarnya disebut para pengamat sebagai ritual politik belaka. Situasi ini, menurut pengamat, memampukan otoritas Korut untuk mengklaim mandat populer sembari menanamkan loyalitas pada rezim Kim.
Baca juga : Sah, Pertamina Kelola 100 Persen Blok Raja/Pendopo
Dilaporkan KCNA, Kim Jong-un mendatangi salah satu tempat pemungutan suara di Provinsi North Hamyong dan memilih dua kandidat, yang bernama Ju Song Ho dan Jong Song Sik, yang maju untuk kursi dewan distrik setempat.
"Mereka mendorong dewan menjadi pelayan rakyat yang setia dengan memenuhi tugas mereka untuk memenuhi harapan rakyat, menyadari sepenuhnya menjadi perwakilan rakyat," tulis KCNA dalam laporannya.
Baca juga : Jakarta Fair Kemayoran Rampung, Omset Naik 5-8 Persen
Pada 2014, Kim Jong-un mencalonkan diri untuk kursi Dewan Tertinggi Rakyat dan berhasil meraup 100 persen suara yang mendukungnya.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya