Dewan Pers

Dark/Light Mode

300 Ribu Cadangan Dikerahkan

Menhan Rusia: Kami Punya Stok 25 Juta Spesialis Tempur Untuk Mobilisasi Parsial

Rabu, 21 September 2022 20:57 WIB
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu (Foto: Kemhan Rusia via TASS)
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu (Foto: Kemhan Rusia via TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan rencana mobilisasi parsial, sebagai tindak lanjut atas ancaman Barat yang kian nyata, dalam konflik Ukraina yang telah berlangsung sejak 24 Februari.

Terkait hal ini, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan, mobilisasi dilakukan untuk memastikan kontrol yang tepat atas wilayah Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang sudah dibebaskan. Serta sebagian wilayah Zaporozhye dan Kherson.

"Kami akan memanggil 300 ribu orang, atau 1 persen dari potensi mobilisasi, untuk dinas militer," kata Shoigu, melalui saluran TV Rossiya-24 seperti dikutip Kantor Berita Rusia TASS, Rabu (21/9).

Berita Terkait : Ini 9 Pemicu Kemacetan Parah Di Pelabuhan Merak, Salah Satunya ASDP Kurang Sosialisasi Soal Kartu Ferizy

Mobilisasi akan menyasar mereka yang telah bertugas di ketentaraan. Terutama, yang memiliki pengalaman tempur dan spesialisasi militer. Mahasiswa dikecualikan.

"Di Rusia, ada 25 juta pria dengan keahlian seperti itu," imbuh Shoigu.

Dalam mobilisasi parsial pertama dalam sejarah Rusia baru-baru ini, pemerintahan Putin tak punya rencana untuk mengirim pasukan cadangan ke zona operasi di Ukraina. Mereka akan ditugaskan di wilayah teritori Rusia.

Berita Terkait : Mentan Jamin Stok Pangan Aman Hingga Idul Fitri

Karyawan kompleks industri militer, dipastikan mendapat penangguhan mobilisasi. Selain itu, juga ada warga negara tertentu lainnya, yang berhak atas penangguhan tersebut. Dengan prosedur yang ditentukan oleh pemerintah.

Jumlah wajib militer dan jangka waktu wajib militer dari masing-masing wilayah tertentu, akan ditentukan oleh Kementerian Pertahanan.

Semua yang dimobilisasi akan menjalani pelatihan tambahan sebelum dikirim ke zona operasi militer. Mereka akan mendapat jaminan dan hak yang sama, selayaknya prajurit yang telah ditugaskan. ■