Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sudah Bayar Puluhan Juta Tapi Masih Nganggur
Kasus PMI Perkebunan Di Inggris Bikin Miris Nih
Kamis, 29 September 2022 08:05 WIB
Sebelumnya
“Kami berhenti bekerja untuk bisa serius mengikuti proses rekrutmen untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Sekarang kami menganggur dan nasib kami semakin tidak jelas,” akunya.
Dikutip Guardian, Senin (26/9), dokumen resmi Pemerintah Indonesia dari akhir Agustus menunjukkan, sekitar 170 orang masih menunggu pemberangkatan ke-19 perkebunan di seluruh Inggris. Sebagian besar telah menganggur selama beberapa bulan, menunggu pekerjaan yang mereka yakini akan segera datang, dan hampir semuanya telah diberi visa untuk datang ke Inggris.
Diketahui juga bahwa terdapat rencana untuk membawa beberapa pekerja ini ke Inggris, meskipun saat ini masih jauh dari musim panen. Yang bikin miris, mereka belum jadi bekerja tapi untuk berangkat, ada yang berutang hingga puluhan juta rupiah. Kemlu bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait sudah mendalami dan menindaklanjuti kasus ini.
Baca juga : Bareskrim Polri Tetapkan Bharada E Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J
"KBRI London hingga kini sudah melakukan langkah-langkah. Seperti meninjau langsung dan berdialog dengan para PMI di perkebunan dan berdiskusi dengan pemilik serta manajemen perkebunan,” ujar Judha dalam keterangan persnya, Selasa (27/9).
Judha mengatakan, KBRI London juga telah membentuk satgas khusus KBRI. Serta mengawal pemulangan para PMI pada saat berakhirnya masa kontrak kerja yang dijanjikan, agar tidak terjadi penyalahgunaan aturan.
KBRI juga memastikan ketersediaan hotline kekonsuleran seluas-luasnya, bila terdapat pertanyaan atau masukan mendesak dari PMI. “Kami juga sudah melakukan pendataan dan menampung aspirasi PMI secara langsung,” katanya.
Baca juga : Mardani Maming Sebut Kasusnya Murni Urusan Bisnis
Pihaknya, lanjut Judha, juga telah meminta AG Recruitments selaku agen perekrut untuk tetap memfasilitasi PMI dan menjamin mereka mendapatkan alternatif pekerjaan dalam koridor kontrak selama menunggu masa kepulangan.
“KBRI London melakukan koordinasi dengan otoritas Inggris terkait pemenuhan hak-hak PMI, sesuai ketentuan yang berlaku di Inggris,” katanya.
Judha mencatat, Inggris saat ini adalah salah satu negara tujuan penempatan PMI sejak 31 Maret 2022. Tercatat, 1.308 PMI bekerja di sektor perkebunan Inggris.
Baca juga : Anggota DPRD Tertipu Akun Palsu Sekretaris Fraksi Gerindra DKI
Sebelumnya, artikel BBC News menyebut, PMI membayar lebih dari Rp 45 juta kepada agen di Tanah Air untuk mendapat pekerjaan di perkebunan Inggris. Para pekerja ini direkrut oleh AG Recruitment, salah satu dari empat agen resmi di Inggris, melalui Direktur Pengelola Doug Amesz, yang berada selama enam minggu di Indonesia untuk merekrut secara langsung.
Namun keberangkatan di Indonesia diatur oleh PT Al Zubara Manpower Indonesia (PTAMI), perusahaan penempatan pekerja migran. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya