Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pastikan Hadiri KTT G20 Bali, Trudeau Siap Urun Rembuk Tuntaskan Masalah Global

Kamis, 3 November 2022 11:15 WIB
PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Instagram)
PM Kanada Justin Trudeau (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau memastikan kehadirannya di KTT G20 Bali, pada 15-16 November mendatang. 

Dalam keterangan resmi Kantor Perdana Menteri Kanada pada Rabu (2/11),  Trudeau disebut akan bekerja dengan negara mitra, untuk memajukan prioritas bersama dalam tema 'Recover Together, Recover Stronger'.

Termasuk, mencari solusi untuk kerawanan pangan dan energi, perubahan iklim, dan kesehatan.

"Ketika dunia kompak menghadapi tantangan bersama, kehidupan yang lebih baik akan tercipta. Saya berharap dapat bertemu dengan para pemimpin global, termasuk rekan-rekan saya dari kawasan Indo-Pasifik, untuk terus menciptakan lapangan kerja. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang bermanfaat bagi semua orang," kata Trudeau.

G20 adalah forum utama kerja sama ekonomi internasional, yang mewakili 80 persen PDB dunia, 75 persen perdagangan global, dan 60 persen populasi dunia.

Ini merupakan KTT G20 ke-8 yang dihadiri oleh perdana menteri kelahiran Ottawa, 25 Desember 1971.

KTT ASEAN

Sebelum ke Bali, Trudeau dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada 12-13 November 2022.

Berita Terkait : Pakar: Merger Salah Satu Pilihan Perusahaan Farmasi Hadapi Tantangan Kesehatan

Di forum ini, dia akan memberikan kontribusi, untuk mengatasi tantangan regional dan global dengan negara-negara ASEAN, dan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.

Trudeau akan berpartisipasi dalam KTT Peringatan ASEAN-Kanada. Menandai peringatan 45 tahun hubungan dialog ASEAN-Kanada.

Di bawah tema KTT ASEAN 'Addressing Challenges Together', Trudeau akan mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional, perdagangan berbasis aturan, pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan semua orang, dan ikatan yang kuat antar masyarakat.

Pemerintah Kanada meyakini, ketika masyarakat dunia merasakan dampak tantangan seperti inflasi, kerawanan pangan, dan kekurangan rantai pasokan, negara-negara harus kompak bekerja sama. Demi menciptakan solusi, dan membuat hidup lebih baik dan lebih terjangkau.

Kanada adalah rumah bagi lebih dari satu juta orang keturunan Asia Tenggara, yang berkontribusi besar terhadap tatanan ekonomi dan sosial budaya negara tersebut.

Ekonomi negara anggota ASEAN merupakan mitra terbesar keempat Kanada, dengan nilai perdagangan lebih dari 31 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 485,96 triliun pada tahun 2021.

Hampir 38 ribu siswa dari kawasan ASEAN, saat ini menimba ilmu di Kanada.

KTT APEC 

Berita Terkait : Bahlil Lahadalia, Tokoh Pemulihan Iklim Investasi

Trudeau juga diagendakan menghadiri KTT APEC di Bangkok, Thailand pada 18-19 November 2022. Yang mengusung tema 'Open, Connect, Balance'.

Dalam forum ini, Trudeau akan menegaskan kembali komitmen Kanada, untuk membuka kerja sama ekonomi. Serta menghilangkan hambatan perdagangan di kawasan Indo-Pasifik. Demi memberi manfaat bagi masyarakat di kedua sisi Pasifik.

Selain itu, Trudeau juga akan memperkuat kerja sama dengan negara-negara, untuk memperkuat hubungan antar masyarakat. Di samping terus mendorong aksi iklim dan pertumbuhan ekonomi.

Ini adalah kali ke-7 Trudeau berpartisipasi dalam KTT APEC.

Tahun 2020, 21 negara anggota APEC mencatatkan diri sebagai kontributor lebih dari 60 persen output ekonomi global, 48 persen perdagangan dunia, dan rumah bagi 38 persen populasi dunia.

Tahun 2021, mitra APEC menyumbang lebih dari 83 persen dari total perdagangan dengan Kanada.

KTT la Francophonie

Kelar KTT APEC, Trudeau langsung bertolak ke Djerba, Tunisia untuk berpartisipasi dalam KTT ke-18 la Francophonie, pada 19-20 November 2022.

Berita Terkait : Perhutani Luncurkan Klon Unggul Jati Dan Kayu Putih

Francophonie adalah organisasi yang terdiri dari negara-negara berbahasa Prancis.

Dalam KTT yang mengusung tema 'Connecting in Diversity', Trudeau akan menekankan pentingnya melindungi demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), membela dan mempromosikan bahasa Prancis , dan terus membangun ikatan yang kuat dengan mitra Francophonie di semua benua.

Perdana Menteri ke-23 Kanada itu dipastikan terus mengusung semangat perdamaian, keamanan, demokrasi dan hak asasi manusia. Mengambil tindakan iklim yang ambisius, untuk mempercepat transisi ke ekonomi yang lebih bersih, menangani ketahanan pangan dan energi. Serta berkomitmen untuk menciptakan hidup yang lebih baik, dan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Trudeau juga menyoroti pentingnya upaya untuk terus bekerja sama dengan sekutu dan mitra, untuk mendukung Ukraina dan negara-negara lain yang paling terkena dampak perang. Bersatu menghadapi agresi Rusia.

Dia mengecam referendum palsu Rusia dan upaya pencaplokan ilegal wilayah pendudukan Ukraina, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Ini merupakan eskalasi lebih lanjut, dari taktik yang digunakan Rusia dalam rangkaian invasi ke Ukraina.

"Kami akan terus bekerja dengan mitra global dan demokrasi di seluruh dunia, untuk mengatasi tantangan hari ini. Bangkit memenuhi peluang masa depan," pungkas keterangan Kantor Perdana Menteri Kanada. ■