Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes RI Untuk Kamboja Santo Darmosumarto
Sepakat Dengan PM Hun Manet, Eratkan Hubungan Pebisnis Muda
Jumat, 12 Januari 2024 06:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kamboja Dr Santo Darmosumarto, berkesempatan bertemu dan berbincang empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Hun Manet, di kantornya, Rabu (10/1/2024). Hun Manet baru mulai menjabat sejak Agustus 2023, sangat antusias menerima kedatangan Santo. Namun Dubes Santo juga tak kalah kagum dengan kepemimpinan Hun Manet, meski pemerintahannya baru berusia empat bulan.
Menurut Dubes Santo, PM Hun Manet telah memiliki peta jalan yang jelas dan capaian signifikan terkait pembangunan ekonomi Kamboja.
“PM Hun Manet betul-betul menggarisbawahi dan mendukung rencana KBRI Phnom Penh untuk mempertemukan para pebisnis muda kedua negara,” ujar Dubes Santo dalan keterangan resminya, Kamis (11/1/2024).
Baca juga : Dubes RI Untuk UEA Hadiri Pembukaan Pusat Pelatihan Pendakwah Indonesia
Dubes Santo pun turut antusias membeberkan visi dan misinya selama bertugas di Negara Angkor Wat itu.
“Selama penugasan di Kamboja, saya ingin menciptakan sebanyak mungkin kesempatan bagi generasi muda kedua negara untuk bertemu, termasuk para pengusaha muda,” sambung Santo kepada Hun Manet.
Bagi keduanya, momentum peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kamboja tahun ini, wajib diisi kegiatan bermanfaat konkret dan menguntungkan masyarakat kedua negara.
Baca juga : Dubes RI Untuk Qatar Sambut Dan Doakan Timnas Sukses Di Piala Asia
Terkait kerja sama Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Hun Manet menyampaikan harapannya, agar ASEAN dapat tetap jadi nahkoda penyelesaian berbagai masalah kawasan, seperti yang selama ini dikedepankan Indonesia.
“Setiap negara juga harus terus melaju cepat, kalau tak ingin ketinggalan. Indonesia adalah salah satu negara anggota yang patut dicontoh,” ucap PM yang merupakan putra mantan PM Hun Sen ini.
Dubes Santo kemudian menimpali hal tersebut dengan perumpamaan yang pernah terucap dari Presiden Jokowi. Yakni, membangun negara layaknya mengayuh sepeda. Jika laju melambat maka kita akan terjatuh.
Baca juga : Ikut Atasi Konflik, RI Diapresiasi Kamboja
Keduanya pun berharap, jika telah berhasil dipertemukan, generasi muda kedua bangsa dapat langsung berlari kencang dengan ide-ide dan semangat baru yang menguntungkan bagi ekonomi kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya