Dark/Light Mode

Melihat Biro Pemantau Korut di Yonhap Agency, Mata Seoul Amati Pyongyang

Selasa, 14 Mei 2024 21:09 WIB
Kepala Biro Pemantauan Berita Korea Utara, Yonhap News Agency, Na Ki-sung saat menjelaskan  tugasnya kepada jurnalis yang mengikuti program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea, di Seoul, Senin (13/5/2024)
Kepala Biro Pemantauan Berita Korea Utara, Yonhap News Agency, Na Ki-sung saat menjelaskan tugasnya kepada jurnalis yang mengikuti program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea, di Seoul, Senin (13/5/2024)

RM.id  Rakyat Merdeka - Yonhap News Agency, kantor berita Korea Selatan, punya biro khusus. Namanya Biro Pemantau Korea Utara (Korut). Biro ini bertugas memantau perkembangan berita dari Pyongyang secara real time. Meski ruangannya kecil, peran biro ini sangat besar. Dari biro itu, Seoul menyebarkan berita dan melakukan analisa yang akurat tentang keadaan di dalam Korut, negara yang dikenal tertutup dan misterius.

Jurnalis dari Rakyat Merdeka/RM.id, Bambang Trismawan, berkesempatan mengunjungi Biro tersebut pada Senin, 13 Mei 2024. Kunjungan tersebut bagian dari agenda program "Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea". Program yang diinisiasi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation ini diikuti 14 jurnalis profesional dari Jakarta. 

Yonhap News Agency terletak di distrik Jung-gu, Seoul. Jung-gu adalah salah satu distrik yang dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan. Di distrik ini, banyak gedung pencakar langit tempat berkantornya perusahaan besar. 

Rombongan tiba di gedung Yonhap sekitar pukul 14.30. Tiba di lokasi, rombongan disambut oleh Direktur Pelaksana Yonhap News Agency, Kim Hyeon Jun. Setelah itu, Assistant Manager of Global Strategy Team, Ko Joongki, memberikan penjelasan singkat tentang sejarah dan perkembangan Yonhap sehingga menjadi salah satu kantor berita terkemuka di dunia. 

Baca juga : BPBD Jabar Percepat Proses Pembersihan Material Longsor di Kabupaten Kuningan

Setelah perkenalan singkat, rombongan kemudian diajak tur. Tempat pertama yang didatangi adalah Biro Pemantauan Korut. Untuk menuju ruangan itu, kami turun satu lantai lalu melewati ruang redaksi yang luas di lantai 3.

Di sudut ruangan itu, ada satu ruangan yang lebih kecil dan nyempil. Di tempat itulah Biro Pemantau Korea bekerja.

Saat kami datang, Kepala Biro Pemantauan Berita Korea Utara, Na Ki-Sung berdiri di depan pintu menyambut kami.

"Selamat datang, Silakan masuk," kata Na dalam bahasa Korea, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah. 

Baca juga : OPM Videokan Sandera Pilot Susi Air: Badan Kurus, Ditodong Senjata Laras Panjang

Ruangan biro ini tidak terlalu besar. Sekitar 16 meter persegi. Dinding ruangan dipenuhi layar televisi. Semuanya menayangkan siaran dari televisi Pyongyang secara real time. Di salah satu layar, seorang perempuan setengah baya mengenakan busana khas Korea sedang membacakan berita.

Selain layar televisi, ruangan tersebut dipenuhi dengan foto-foto yang berkaitan dengan Korut. Salah satu yang menarik perhatian adalah poster berisi chart daftar pejabat Korea Utara. Di bagian paling atas, terlihat pemimpin Korut, Kim Jong-un, lengkap dengan foto dan jabatannya.

Di sisi kiri-kanannya, terdapat foto-foto pejabat Korut lainnya. Lengkap dengan nama dan jabatan masing-masing. Ada beberapa chart yang hanya berisi jabatan tanpa foto.

Di dinding lain, terpajang foto-foto Kim Jong-un dalam berbagai kegiatan. Ada juga foto yang menampilkan defile tentara Korut di lapangan Kim Jong-il, serta berbagai aksi peluncuran misil nuklir. Selain foto-foto, ruangan tersebut dilengkapi dengan berbagai alat canggih yang memungkinkan biro ini mengikuti siaran televisi Korut secara real time.

Baca juga : Menteri AHY Pantau Gerak-gerik Mafia Tanah Di Jakarta Selatan

Na Ki-sung mengatakan, tugasnya memantau media resmi Korut secara real time dan terus menerus selama 24 jam. Dia melaporkan perkembangan ekonomi, sosial, dan militer di Korut. Untuk tugas tersebut, Na Ki-sung dibantu enam orang lainnya. Hasil pengamatan media Korut itu lalu dibuatkan laporan dan analisis yang akurat tentang keadaan di Korut. Laporan ini penting untuk kebijakan publik dan keamanan regional. 

"Sehari kami membuat 10 sampai 12 laporan," kata Na. 

Salah satu laporan teranyar yang bikin heboh dunia adalah saat Kim Jong-un kembali melakukan simulasi serangan nuklir pada pertengahan April lalu. Dari biro ini, foto Kim menyebar ke seluruh dunia dan direspons para pejabat Pejabat Korsel hingga Amerika Serikat. 

Seoul tentu harus terus memantau dan mengamati dinamika serta perubahan di Korut. Hal ini penting mengingat hubungan kedua negara telah terpisah selama 71 tahun masih panas dingin. Soalnya, perang Korea yang berakhir pada tahun 1953, hanya berujung gencatan senjata. Sehingga secara teknis kedua negara masih berada dalam keadaan perang. Karena itulah, pemantauan yang cermat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk memahami situasi di Korut dan menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.