Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes RI Untuk Malaysia Hermono Sambut Laskar Rempah Di Melaka
Selasa, 2 Juli 2024 07:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) menggunakan KRI Dewa Ruci tiba di Pelabuhan Tanjung Bruas, Melaka, Malaysia, Minggu (30/6/2024), sekitar pukul 11.10 waktu setempat.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia Hermono bersama Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid, Konsul Jenderal Indonesia di Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, dan Konsul Jenderal Indonesia di Penang Wanton Saragih, menyambut kedatangan para delegasi MBJR yang disebut sebagai Laskar Rempah.
Kedatangan mereka dimeriahkan dengan tarian Selamat Datang dan parade militer Tentera Laut Diraja Malaysia. Selanjutnya, rombongan menuju ke kawasan wisata sejarah di Muzium Rakyat, Banda Hilir, Melaka.
Baca juga : Dubes Indonesia Untuk Filipina Agus Widjojo Gelar Pameran Produk RI Di Makati City
Dubes Hermono menyebut, inisiatif Direktorat Jenderal Kebudayaan RI membawa KRI Dewaruci menelusuri Jalur Rempah hingga berlabuh di Melaka, menandakan eratnya hubungan Indonesia dan Malaysia.
“Kita tahu Melaka sebagai pintu masuk, tidak hanya ke Indonesia. Tetapi juga ke dunia,” kata Hermono di Muzium Rakyat, Malaka.
Ia berharap, kegiatan tersebut akan berlanjut di masa datang.
Baca juga : Pemerintah Utamakan Langkah Penyelamatan
“Sebagai langkah awal tentu ini sudah sangat baik Pak Dirjen (Direktur Jenderal Kebudayaan RI Hilmar Farid). Saya mohon dukungan dari Kerajaan Melaka agar bisa menjadi kegiatan berkelanjutan,” imbuh Hermono.
Dalam kaitan mempromosikan hubungan people to-people people, keberadaan MBJR 2024 di Malaka harapannya dapat membangun nostalgia hubungan budaya, peradaban antara Indonesia dan Malaysia. Mengingat Melaka pernah menjadi pelabuhan tersibuk di dunia pada awal abad ke-15.
Sementara itu, Hilmar Farid mengatakan bahwa MBJR ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional di sektor kebudayaan.
“Misi pelayaran ini menjadi program istimewa untuk mendalami aspek kebudayaan yang muncul dari perkembangan sejarah Jalur Rempah di Asia Tenggara,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya