Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sebuah pohon yang ditebang setengah viral di Google dan menjadi objek wisata dadakan. Kisah di balik pohon tersebut menarik perhatian warga dan netizen. Banyak yang penasaran dan ingin melihat pohon setengah itu secara langsung.
Pohon cemara setinggi 4,8 meter itu berada di pinggiran kota Sheffield, di Waterthorpe, Inggris. Pohon setengah itu berawal dari pertikaian sengit antar tetangga. Pria bernama Bharat Mistry, bersitegang dengan pasangan bernama Irene dan Graham Lee pada 2021.
Pasangan Lee marah karena burung-burung kerap bersarang di pohon yang ada di pekarangan Mistry. Kotoran burung-burung itu, menurut Lee mengotori jalan ke parkiran mobil mereka. Lalu, Lee memotong bagian pohon yang mengarah ke kediamannya. Namun tidak jelas, kenapa pasangan tersebut baru merasa terganggu setelah 25 tahun mereka bertetangga.
Baca juga : Bamsoet Diangkat Menjadi Ketua Federasi Fudokan Asia
“Saya tahu ia berhak menebang apa pun yang menjorok ke tanahnya. Namun mengapa setelah 25 tahun baru melakukan itu?” kata Lee dilansir New York Post.
Keluarga Mistry merawat pohon tersebut dengan baik dan tidak menghalangi jalan ke parkiran mobil Lee. Bahkan Mistry pernah menawarkan solusi agar burung-burung itu tidak bersarang di pohonnya. Mistry merasa ada hal lain yang menyebabkan hubungan bertetangga mereka rusak.
Kasusnya ini viral, karena sebuah stasiun televisi memberitakannya. Ada seseorang yang mengirim foto pohon itu ke acara Jeremy Vine di Channel 5 pada Juni 2021. Sejak itu, fotonya tersebar dan menjadi meme di media sosial.
Baca juga : Perang Lawan Judi Online Mulai Intens
Pohon ini kembali viral pada 2024. Karena Google Street View tidak diperbarui sejak 10 tahun lalu, orang-orang dapat melihat pohon asli sebelum ditebang. Bahkan tempat ini telah ditandai sebagai objek wisata di Google Maps.
Mistry mengatakan, sejak pohonnya ditebang setengah, banyak orang yang lewat untuk melihat. Orang-orang berhenti untuk berfoto dan mengunggahnya di media sosial. Namun, dia merasa privasi mereka terganggu setelah pohon itu viral. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 03 Juli 2024 dengan judul "Pohon Dipangkas Setengah Jadi Objek Wisata Dadakan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya