Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (11)
Presiden Al-Qarawiyyin Kenang Ikut Sambut Soekarno
Kamis, 8 Agustus 2024 07:07 WIB
Sebelumnya
Di awal obrolan, Amal Jalal bercerita kenangan khususnya dengan Indonesia. Hubungan bilateral Indonesia dan Kerajaan Maroko, tentu tak bisa melupakan peran Presiden pertama RI, Soekarno. Nah, ketika Soekarno berkunjung ke Rabat, Ibu Kota Maroko pada 2 Mei 1960, dia disambut Raja Maroko saat itu, Muhammad V.
Selain raja, ribuan warga dan anak-anak sekolah pun tumpah ruah, berjejer di jalanan turut menyambut. Saat itu, Maroko baru empat tahun merdeka dari Prancis. Persisnya, negara Afrika Utara di ujung barat laut Afrika tersebut, merdeka pada 2 Maret 1956.
Baca juga : Al-Qarawiyyin, Dari Masjid Jadi Kampus Tertua Dunia
Amal Jalal mengenang, saat Presiden Soekarno datang, dia termasuk salah satu dari ribuan anak yang turut menyambut, berdiri di tepi jalan sambil mengibar-ngibarkan bendera Maroko dan Merah Putih. “Saya kebagian mengibarkan bendera merah putih,” kenangnya, tersenyum.
“Sayang, saat itu tidak ada yang memfoto saya. Di tempat saya berdiri itulah juga kemudian dijadikan nama Jalan Soekarno atau Avenue Soekarno,” lanjut Amal.
Wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi di depan Kantor Presiden Universitas Al-Qarawiyyin, Fes, Maroko. [Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id]
Baca juga : Kota Merah Marrakesh, Jamaa al-Fna & UNESCO
Meski kunjungan itu merupakan pertama kalinya bagi Soekarno, namun namanya sudah terkenal di Maroko, dengan digelarnya Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 18 April 1955. Salah satu isinya, menggelorakan perlawanan terhadap kolonialisme di seluruh dunia. Terutama di kawasan Asia dan Afrika.
Terkait kampus yang dia pimpin, Amal Jalal juga menceritakan panjang lebar, bagaimana sejarah awal kampus ini berdiri, hingga tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Universitas Al-Qarawiyyin. Baik sebagai dosen, mahasiswa atau pun peneliti yang pernah singgah. Baik dari Maroko (Maghribi), hingga dari luar negeri. Jadi sejak lama, kampus ini sudah memainkan perannya di kancah internasional.
Baca juga : Kota Kembar Jakarta Bernama Casablanca
Mereka juga datang dari lintas agama. Tak hanya Muslim, tapi juga Kristen dan Yahudi. Kampus ini terbuka buat siapa saja yang mau melakukan interaksi intelektual atau transfer pengetahuan. Tak hanya urusan agama, tapi juga berbagai cabang pengetahuan yang non agama. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya