Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bangun Kembali Sulteng, Jepang Pinjamkan Rp 3,5 Triliun
Rabu, 8 Januari 2020 11:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Direktur Jenderal Urusan Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya melakukan penandatanganan pertukaran nota untuk satu proyek pinjaman yen senilai 27,970 miliar yen atau sekitar Rp3,5 triliun.
Pinjaman tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan kembali infrastruktur Sulawesi Tengah. Khususnya bagi wilayah yang terkena dampak besar gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pinjaman itu diharapkan memberikan manfaat untuk membentuk masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana alam.
Economic Counselor Kedutaan Besar Jepang, Kazuhiko Shimizu mengatakan, proyek pinjaman Yen dari pemerintah Jepang ke Pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk wilayah di Sulawesi adalah yang pertama kali. Dia pun menjelaskan bahwa nilai pinjaman yen mencapai 30 miliar Yen. “Proyek pinjaman Yen tersebut merupakan proyek yang pertama di Sulawesi. Proyek pinjaman yen sudah mencapai 30 miliar yen sebagai total,” ujar Kazuhiko Shimizu di Kedubes Jepang, kemarin.
Baca juga : Balas Dendam Kematian Soleimani, Iran Rudal 2 Pangkalan AS
Selain pinjaman Yen, lanjut Kazuhiko Shimizu, Pemerintah Jepang juga sudah memberikan dana hibah kepada pemerintah Indonesia. “Bantuan hibah 3 miliar Yen,” jelasnya.
Senior Representative Japan International Cooperation Agency (JICA), Shunsuke Takatoi menjelaskan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia dalam penanganan proyek di Sulawesi Tengah ini.
“Kami hampir menyelesaikan seluruh proyek di bidang hazard dan penyusunan tata ruang yang terdampak gempa bumi. Kami juga akan bekerja sama dengan proyek selanjutnya,” katanya.
Baca juga : Bawa Pulang Pogba, Juve Siapkan Rp 1,5 Triliun
Shunsuke Takatoi mengatakan, untuk saat ini ada beberapa wilayah yang menjadi prioritas dalam proyek pembangunan kembali infrastruktur di Sulawesi Tengah. Yakni Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
“Prioritas kawasan kami mementing Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Namun demikian kami lebih mementingkan Kabupaten Sigi daripada Kota Palu,” katanya.
Takatoi juga menjelaskan, Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia sedang fokus pada pembangunan infrastruktur fasilitas umum. Salah satunya rumah sakit yang hancur karena gempa bumi.
Baca juga : AP II Sukses Bukukan Pendapatan Rp 9,53 Triliun
“Kami sekarang berkonsultasi dengan Pemerintah Indonesia yaitu Rumah Sakit Anutapura. Karena ada dua gedung yang hancur di rumah sakit tersebut. Untuk itu kami berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia untuk memperbaik rumah sakit tersebut,” jelasnya. NNM
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya