Dark/Light Mode

Ribuan Orang Ziarah Ke Makam Paus Fransiskus

Jelang Konklaf, Vatikan Tutup Kapel Sistina

Selasa, 29 April 2025 08:05 WIB
Pemandangan ribuan orang yang ziarah ke makam Paus Fransiskus di Basilika, Roma, Italia, Minggu (27/4/2025). (Foto: Dok. Vaticannews)
Pemandangan ribuan orang yang ziarah ke makam Paus Fransiskus di Basilika, Roma, Italia, Minggu (27/4/2025). (Foto: Dok. Vaticannews)

 Sebelumnya 
Kapel Sistina Ditutup

Vatikan secara resmi menutup Kapel Sistina, tempat para kardinal berkumpul untuk mengadakan prosesi konklaf guna memilih paus pengganti Paus Fransiskus. Usai ditutup, para turis kini tak lagi diperbolehkan masuk.

Penutupan Kapel Sistina menandai awal persiapan penting menjelang konklaf. Dalam tradisi yang sudah berlangsung berabad-abad, para kardinal akan berkumpul di kapel tersebut untuk memilih paus baru. Salah satu persiapan utama adalah pemasangan cerobong asap tempat surat suara akan dibakar.

Baca juga : Dibeberin Airlangga Di Istana, RI-Amerika Teken Perjanjian Rahasia

Menurut hukum Gereja Katolik, konklaf hanya dapat dimulai setelah masa berkabung selama sembilan hari. Karena Paus Fransiskus wafat pada 21 April 2025, konklaf diperkirakan baru akan dimulai antara 5 hingga 10 Mei mendatang.

Saat konklaf dimulai, para kardinal akan memasuki Kapel Sistina sambil melantunkan Litani Para Kudus, nyanyian Gregorian khidmat untuk memohon perantaraan para orang kudus.

Setelah sumpah kerahasiaan diucapkan, pintu-pintu tebal Kapel Sistina akan ditutup dengan perintah “Extra omnes” yang artinya semua orang yang tidak berkepentingan harus keluar. Nantinya, proses pemilihan paus dilakukan secara rahasia, untuk memastikan tidak ada pengaruh dari dunia luar. Sementara publik akan menantikan tanda-tanda hasil pemilihan lewat cerobong asap.

Baca juga : Lily Pujiati: Inggris Bisa Tuh Jadikan Pengemudi Ojol Karyawan

Jika yang keluar berupa asap hitam, maka menunjukkan bahwa belum ada paus baru terpilih. Sementara jika asap putih yang keluar, menandakan bahwa pemimpin baru Gereja Katolik telah terpilih, disertai dentang lonceng sukacita.

Dalam konklaf kali ini, arah masa depan Gereja Katolik akan ditentukan. Para kardinal akan mempertimbangkan apakah paus berikutnya akan melanjutkan reformasi Paus Fransiskus yang berfokus pada kaum miskin, lingkungan hidup, dan dialog antaragama. Atau para kardinal akan memilih sosok konservatif yang lebih berfokus pada doktrin tradisional seperti Paus Benediktus XVI.

Puluhan kardinal dari berbagai penjuru dunia diketahui telah berkumpul di Vatikan sejak wafatnya Paus Fransiskus. Namun, hingga kini belum ada tanda jelas siapa yang paling diunggulkan untuk menjadi paus berikutnya.

Baca juga : Pemerintah Fokuskan Pendidikan Dan DTSEN

“Pada konklaf sebelumnya, arah dukungan lebih bisa diprediksi. Tapi kali ini banyak kardinal berasal dari luar Eropa, dan beberapa bahkan belum pernah bertemu sebelumnya,” ujar Kardinal asal Spanyol, Jose Cobo, dalam wawancara yang dipublikasikan Minggu (27/4/2025). [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.