Dark/Light Mode

Inggris, Prancis, Kanada, Portugal, Australia Akui Palestina Merdeka

Musuh Israel Makin Banyak

Selasa, 23 September 2025 07:25 WIB
Jumlah negara yang mengakui Palestina merdeka makin bertambah. (Foto: Dok. AI/Gemini)
Jumlah negara yang mengakui Palestina merdeka makin bertambah. (Foto: Dok. AI/Gemini)

 Sebelumnya 
Tak mau ketinggalan, Portugal juga angkat suara. Menlu Portugal Paulo Rangel menyatakan pengakuan negaranya terhadap Palestina adalah langkah fundamental. Mengakui Palestina merupakan kebijakan konsisten yang didukung secara luas. 

“Solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi,” ujarnya di New York jelang Sidang Umum PBB. 

Meski lebih berhati-hati, Prancis pun menunjukkan sinyal yang sama. Presiden Emmanuel Macron menegaskan Paris siap membuka Kedutaan Besar di Palestina, tapi dengan syarat: pembebasan sandera yang masih ditahan. 

Baca juga : Bisnis Emas Dan Haji Dorong Kinerja Solid, BSI Bukukan Laba Rp 3,7 Triliun

Sikap sejumlah negara Barat ini, langsung memicu reaksi keras dari Israel. PM Benjamin Netanyahu mengancam akan membalas setiap negara yang mengakui Palestina. 

“Tidak akan ada negara Palestina. Respons terhadap upaya memaksakan negara militan di jantung tanah air kami akan saya umumkan sepulang dari AS,” katanya, dikutip Al Arabiya

Netanyahu bahkan menuding pengakuan negara-negara Barat terhadap Palestina sama saja dengan memberi “hadiah untuk Hamas”. Ia menegaskan, selama bertahun-tahun pemerintahannya sudah mencegah pendirian negara Palestina meski mendapat tekanan luar biasa dari dalam maupun luar negeri. 

RI Konsisten Dukung Palestina 

Baca juga : Video Sekda Bali Marahi ASN Viral, Gubernur Koster: Itu Bentuk Pembinaan

Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A Mulachela menegaskan, Indonesia konsisten mendukung semua upaya memperluas pengakuan global bagi Palestina. 

“Bagi Indonesia, pengakuan global sangat penting untuk memberikan Palestina posisi setara dalam proses perdamaian,” kata Nabyl. 

Ia menambahkan, Indonesia terus berkoordinasi dengan negara-negara Islam dan organisasi internasional guna menggalang dukungan terhadap status kenegaraan Palestina, sekaligus mendorong gencatan senjata di Gaza. Salah satunya melalui Konferensi Tingkat Menlu OKI pada 25 Agustus 2025 yang secara tegas menolak rencana Israel menduduki permanen wilayah Palestina. 

Baca juga : BNPT Temukan 6.402 Konten Berbau Radikal

Tak hanya itu, Indonesia juga berkomitmen menyalurkan bantuan kemanusiaan, bahkan siap mengevakuasi pasien yang membutuhkan perawatan darurat sesuai permintaan WHO. “Kami terus berdiri bersama rakyat Palestina. Dukungan kami tidak akan surut,” pungkas Nabyl. 

Dengan pengakuan lima negara Barat itu, jumlah negara yang mengakui Palestina kini makin mendekati 150. Semakin besar pula tekanan internasional terhadap Israel. Namun, di saat bersamaan, tensi konflik di Timur Tengah pun kian meninggi. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.