Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Semoga, Tidak Ada Wuhan Kedua
China Laporkan 143 Kasus Kematian Baru Akibat Covid-19
Sabtu, 15 Februari 2020 11:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Nasional Kesehatan China melaporkan 2.641 kasus terjangkit baru dan 849 kasus parah dalam wabah virus Corona atau Covid-19, pada Sabtu (15/2).
Untuk angka kematian, dilaporkan 143 kasus baru, yang mengerek total kasus kematian akibat virus Covid-19 di China daratan menjadi 1.523.
Selain itu, juga dilaporkan 2.277 orang yang berpotensi terinfeksi virus Covid-19.
Baca juga : Bamsoet: Tidak Benar Virus Corona Sebabkan Kematian Mendadak
Saat ini, di seluruh China daratan, terdapat 66.492 orang yang terjangkit virus Covid-19. 18 persen di antaranya - 11.053 orang - berada dalam kondisi parah.
Secara total internasional, kasus ini telah menginfeksi 67.100 orang, dengan 1.526 angka kematian. Pasien yang berhasil disembuhkan, mencapai 8.141 orang.
Di luar China, korban kematian akibat virus Covid-19 terdapat di Filipina, Hong Kong, dan Jepang.
Baca juga : Pemprov dan Kementan Bahu-Membahu Tangani Kasus Kematian Babi di Bali
Jangan Ada Wuhan Kedua
Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, Wang Hesheng mengatakan, pihaknya telah membuka 9 shelter medis untuk mengakomodasi pasien dengan gejala ringan, dan pasien yang diduga telah terinfeksi.
Sebelumnya, kata Wang, pemerintah China telah mengirim 217 tim medis ke seluruh provinsi, untuk memberantas wabah ini. Termasuk, 25.033 profesional medis ke Hubei.
Baca juga : China Laporkan Lagi 17 Kasus Virus Corona
Angka ini d luar 181 tim dokter tentara di Wuhan dan 36 tim medis militer di kota-kota lain di provinsi tersebut.
Ini adalah konferensi pers pertama Wang di Wuhan, sejak seminggu lalu dikirim ke ibu kota Hubei - yang menjadi pusat penyebaran virus - bersama Sekretaris Jenderal Komisi Politik dan Hukum Pusat Chen Yixin.
"Jumlah bantuan yang diberikan kepada Hubei, telah melampaui total bantuan yang diberikan kepada Wenchuan, saat gempa bumi tahun 2008. Semoga, tidak ada Wuhan kedua di kota-kota lain atau komunitas di Hubei," tegas Wang, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (15/2). [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya