Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Terbukti Efektif Pada Kera, Vaksin Oxford Siap Diproduksi Massal di India
Rabu, 29 April 2020 07:14 WIB
Sebelumnya
Lebih dari 3 juta warga dunia, dilaporkan telah terinfeksi Covid-19, virus yang menyerang saluran pernapasan. Sedangkan korban jiwanya, mencapai lebih dari 210 ribu orang.
"Penelitian Tim Oxford sangat bagus. Banyak ilmuwan hebat di sana. Itu sebabnya, kami sangat yakin," ujar Poonawala kepada Reuters, melalui wawancara via telepon.
"Dengan bentuk perusahaan terbatas swasta, kami tidak bertanggung jawab kepada investor publik atau bankir. Karena itu, saya bisa mengambil sedikit risiko, sambil mengerjakan sejumlah produk komersil yang telah saya rencanakan di pabrik," imbuhnya.
Saat ini, 100 calon kandidat Covid-19 vaksin berada dalam proses pengembangan oleh tim biotek dan penelitian di seluruh dunia. Lima di antaranya telah menjalani pengujian awal terhadap manusia, sebagai uji klinis fase pertama.
Baca juga : Juni 2020, Pandemi Virus Corona Diprediksi Mereda
"Saya sangat berharap, uji coba vaksin Oxford yang akan selesai sekitar September mendatang, berjalan dengan sukses. Dalam tes awal ini, penting untuk dipastikan bahwa vaksin tidak mampu hanya bekerja dengan baik. Tetapi juga, dapat menginduksi respon imun secara optimal, dan tidak ada efek samping yang tidak dapat diterima," jelas Poonawala.
Ia berencana memproduksi vaksin Oxford di dua pabrik yang terletak di wilayah barat Kota Pune. Jika tak ada kendala, tahun depan, Pune bakal memproduksi hingga 400 juta dosis vaksin.
"Sebelum beredar di luar negeri, vaksin ini akan diberikan kepada warga India. Kami akan menyerahkan kepada pemerintah, untuk memutuskan negara mana yang berhak mendapat vaksin tersebut. Baik waktu ataupun jumlahnya," terang Poonawala.
Harga serum ditaksir sekitar 1.000 rupee atau Rp 202 ribu. Namun, pemerintah India akan memberikannya secara gratis.
Baca juga : Lewati Pemeriksaan Ketat, 398 ABK WNI Dari Miami Tiba di Jakarta
"PM Narendra Modi cukup intens terlibat dalam pembuatan vaksin ini. Saya berharap, pemerintah bisa membantu mengurangi ongkos pembuatannya," tutur Poonawala.
Dalam lima bulan ke depan, perusahaan vaksin milik Cyrus Poonawala membutuhkan dana 300-400 juta rupee atau Rp 60,80 - 81,07 miliar untuk memproduksi 3-5 juta dosis vaksin per bulan.
"Pemerintah sangat senang berbagi informasi soal ini. Tapi, sampai saat ini, belum ada yang bisa kami catat,"ujar Poonawala.
Serum juga menggandeng perusahaan bioteknologi AS dan Rusia - Codagenix dan Themix - dalam memproduksi dua kandidat vaksin lainnya.
Baca juga : Prototipe Vaksin Demam Babi Afrika Sudah Siap Diproduksi
Selain itu, dalam beberapa pekan ke depan, Serum juga akan mengumumkan aliansi keempatnya.
"Pekan lalu, kami sudah setuju berinvestasi senilai 6 miliar rupee, untuk membangun pabrik baru yang menjadi produsen tunggal vaksin Corona," pungkas Poonawala. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya