Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Duta Besar Indonesia Tantowi Yahya
Lockdown Sudah Longgar, Warga Selandia Baru Tetap Waspada Tingkat Tinggi
Selasa, 19 Mei 2020 05:10 WIB
Sebelumnya
Segala persiapan itu harus dilakukan, karena memandang bahwa Covid-19, cepat atau lambat pasti akan masuk. Jadi, ketika ‘musuh’ datang, sudah ada ‘benteng’ yang kuat untuk menahan.
“Semuanya disikapi dengan serius. Karena, nggak akan jadi ‘keuntungan’ kalau nggak disikapi serius,” kata politikus Golkar itu.
Baca juga : Seneng Bisa Pulangkan Warganya Ke Kampung Halaman
Katanya lagi, pemerintah dan oposisi pun satu suara menyikapi Covid-19. Oposisi negara tersebut yang biasanya keras, jadi oposisi yang konstruktif. Oposisi yang melupakan kepentingan masing-masing. Semua pemangku kepentingan berpikiran sama. Jadi, ketika Covid-19 benar-benar masuk, seluruh komponen negara sudah siap.
Tantowi menyebut, saat kasus pertama diumumkan, negara tidak panik. Karena kesiapan tersebut. Kesiapan itu juga ditunjukkan dengan adanya empat level siaga. Level paling rendah yakni level satu, waspada. Sementara level paling tinggi adalah karantina total alias lockdown.
Baca juga : Bersama AA Gym Bahas Kesuksesan Negeri Kiwi Hadapi Covid-19
Saat pertama kali kasus positif diumumkan, negara langsung berada di level dua. Sudah ada pembatasan. Pada 12 Maret 2020, perbatasan dan pelabuhan ditutup. Untuk mengurangi transmisi lewat orang yang datang. Atau warga yang kembali dari luar negeri.
Menutup perbatasan, bagi negara yang mengandalkan pemasukan dari turis bukanlah keputusan mudah. Karena, Selandia Baru benar-benar seperti mati. Tidak ada turis.
Baca juga : Tetap Bekerja Dari Kampung Halaman
“Tapi, keselamatan warga lebih dipilih ketimbang ekonomi,” tutur Tantowi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya