Dark/Light Mode

Duta Besar Indonesia Tantowi Yahya

Lockdown Sudah Longgar, Warga Selandia Baru Tetap Waspada Tingkat Tinggi

Selasa, 19 Mei 2020 05:10 WIB
Duta Besar Tantowi Yahya live di webinar. (Foto IST)
Duta Besar Tantowi Yahya live di webinar. (Foto IST)

 Sebelumnya 
Segala persiapan itu harus dilakukan, karena memandang bahwa Covid-19, cepat atau lambat pasti akan masuk. Jadi, ketika ‘musuh’ datang, sudah ada ‘benteng’ yang kuat untuk menahan.

“Semuanya disikapi dengan serius. Karena, nggak akan jadi ‘keuntungan’ kalau nggak disikapi serius,” kata politikus Golkar itu.

Baca juga : Seneng Bisa Pulangkan Warganya Ke Kampung Halaman

Katanya lagi, pemerintah dan oposisi pun satu suara menyikapi Covid-19. Oposisi negara tersebut yang biasanya keras, jadi oposisi yang konstruktif. Oposisi yang melupakan kepentingan masing-masing. Semua pemangku kepentingan berpikiran sama. Jadi, ketika Covid-19 benar-benar masuk, seluruh komponen negara sudah siap.

Tantowi menyebut, saat kasus pertama diumumkan, negara tidak panik. Karena kesiapan tersebut. Kesiapan itu juga ditunjukkan dengan adanya empat level siaga. Level paling rendah yakni level satu, waspada. Sementara level paling tinggi adalah karantina total alias lockdown.

Baca juga : Bersama AA Gym Bahas Kesuksesan Negeri Kiwi Hadapi Covid-19

Saat pertama kali kasus positif diumumkan, negara langsung berada di level dua. Sudah ada pembatasan. Pada 12 Maret 2020, perbatasan dan pelabuhan ditutup. Untuk mengurangi transmisi lewat orang yang datang. Atau warga yang kembali dari luar negeri.

Menutup perbatasan, bagi negara yang mengandalkan pemasukan dari turis bukanlah keputusan mudah. Karena, Selandia Baru benar-benar seperti mati. Tidak ada turis.

Baca juga : Tetap Bekerja Dari Kampung Halaman

“Tapi, keselamatan warga lebih dipilih ketimbang ekonomi,” tutur Tantowi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.