Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nilainya Triliunan Rupiah

Trump Atau Biden Dijadikan Taruhan

Rabu, 4 Nopember 2020 06:09 WIB
Donald Trump (kiri) dan Joe Biden. (Foto: Istimewa)
Donald Trump (kiri) dan Joe Biden. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertarungan Donald Trump dan Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat (AS) tidak hanya jadi perhatian warga negeri Paman Sam. Pertarungan kedua politisi gaek ini, menjadi perhatian hampir seluruh masyarakat dunia. Tidak terkecuali para penjudi dunia. Mereka pun ramai-ramai bertaruh mengenai siapa yang menang Pilpres kali ini. Nilai taruhannya pun fantastis. Jika dirupiahkan, tembus triliunan. 

Seperti dikutip CNN, jumlah taruhan Pilpres AS di rumah judi terbesar di Inggris, Betfair Exchange, mencapai 220 juta poundsterling atau setara Rp 4 triliun. Betfair memperkirakan jumlah uang yang dipertaruhkan untuk Pilpres AS mencapai 400 juta poundsterling.

Angka tersebut memecahkan rekor nilai uang yang dipertaruhkan pada Pilpres AS, empat tahun lalu. Saat itu, nilai taruhan antara Trump dan Hillary Clinton mencapai 199 juta poundsterling. Angka itu bahkan melampaui taruhan terbesar Inggris sebesar 113 juta poundsterling pada pemungutan suara Brexit 2016. 

Berita Terkait : `Almarhum` KPK

Juru bicara Betfair Exchange, Darren Hughes mengatakan, taruhan akan berlanjut sampai pemenang pilpres AS diumumkan. "Seperti yang diperkirakan beberapa orang, penghitungan berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, kami akan terus membiarkan pasar terbuka," kata Hughes.

Menurut dia, jumlah yang dipertaruhkan pada Pilpres AS saat ini lebih dari gabungan taruhan Betfair untuk empat acara olahraga yang paling banyak dipertaruhkan. Seperti pertandingan tinju Floyd Mayweather Jr vs Conor McGregor 2017, Piala Dunia 2018, pacuan kuda Grand National 2019, dan Super Bowl 2020.

Minat warga Inggris bertaruh di Pilpres AS memang luar biasa. Ada seorang pengusaha Inggris bertaruh hingga 3,9 juta poundsterling atau sekitar Rp 73 miliar untuk kemenangan Trump. Angka tersebut diyakini sebagai taruhan terbesar yang pernah terjadi dalam pemilu atau agenda politik.

Berita Terkait : Mahalnya Politik Pangan

Mantan bankir pria yang tak disebutkan identitasnya itu memasang taruhan di Curacao, Karibia, setelah berbicara dengan orang dalam tim kampanye Trump. Jika Trump yang memenangkan Pilpres, pengusaha itu bisa meraup 11,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 216,7 miliar, tiga kali lipat dari uang yang dikeluarkan.

Layanan perjudian Ladbrokes menyatakan, tiga dari empat taruhan yang diajukan pada pekan terakhir pemungutan suara memenangkan Trump.

Siapa kira-kira yang akan menang? Masih harus menunggu. Waktu pencoblosan memang akan berakhir hari ini. Dalam Pilpres sebelumnya, hasilnya diumumkan malam setelah pencoblosan. Namun, karena saat ini sedang pandemi Corona, banyak pemilih AS yang menggunakan layanan pos. Karena itu, hasil Pilpres mungkin tidak diketahui pada malam hari.

Berita Terkait : Prabowo Masih Karantina

“Hampir 60 juta orang telah memilih surat suara yang memiliki proses penghitungan lebih lama daripada pemungutan suara secara langsung,” demikian data Proyek Pemilu AS, seperti Reuters. 

Jelang penetapan, berbagai lembaga polling sudah mengungkapkan hasil survei mereka. Dari hasil polling sementara, Joe Biden mengungguli Trump dengan selisih yang cukup signifikan. Dari survei yang dihimpun NBCnews, Biden Unggul 51,5 persen meninggalkan Trump yang mendapatkan 44,4 persen. Sejauh ini, Biden hampir unggul di banyak negara bagian. Trump hanya unggul di beberapa negara bagian saja seperti Iowa dan Kentucky.

Sementara, merujuk New York Times, kampanye Pemilu AS berakhir dengan Joe Biden memimpin Trump di berbagai survei. Biden memimpin dengan selisih 8 persen lebih tinggi dibandingkan Trump. Atau 52 persen berbanding 44 persen. Secara elektoral, dia diperhitungkan mampu mengumpulkan hingga 349 suara elektoral dari syarat minimal menjadi presiden sebanyak 270. [BCG]