Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Untuk Angkat Ekonomi Keluarga, PMI Di Hong Kong Butuh Literasi Keuangan
Selasa, 24 November 2020 16:25 WIB
Sebelumnya
Peran berbagai pihak dalam klaster yaitu keluarga, perwakilan pemerintah, sesama PMI, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sebagainya sangat penting dalam jaringan komunikasi ini. "Individu-individu dalam klaster harus memiliki kesadaran yang sama untuk terus menyampaikan pentingnya pemberdayaan PMI dalam setiap komunikasi yang terjadi, termasuk pemberdayaan ekonomi. Jangan sampai justru PMI terjebak hal negatif, misalnya tergoda meminjam uang dari rentenir yang sering masuk melalui gawai mereka," jelas Amin.
Berdasarkan temuan dari riset yang dilakukannya, tidak sedikit PMI yang dikejar-kejar debt collector dari dana yang dipinjamnya. Tragisnya, selain dihantui sejumlah utang, dana yang harus dikembalikan juga mencapai tiga kali lipat dari uang yang dipinjamkannya.
Baca juga : 8 Menteri Ekonomi Kabinet Kerja Raih Bintang Mahaputera, Susi Dan Jonan Termasuk
Meski demikian, tim peneliti menyampaikan bahwa PMI di Hong Kong secara hukum terlindungi aturan yang baik. Pemerintah setempat memperhatikan masalah hak asasi PMI seperti hak libur pekerja. PMI Hong Kong aktif menggunakan hari libur mereka dengan berkumpul di Victoria Park dengan menggelar berbagai kegiatan misalnya pasar kaget. Pada saat itu, beraneka-ragam produk khas Indonesia dapat ditemui, mulai dari makanan, pakaian hingga jasa lainnya.
Sementara itu, Konsul Protokol dan Konsuler (KJRI) Hong Kong, Wendi Budi Raharjo, mengungkapkan, pihaknya bersama lembaga keuangan perbankan di Hong Kong telah memberikan pelatihan terkait literasi keuangan. Pola yang dilakukan PMI untuk memperoleh tambahan uang bisa dilakukan melalui jasa perbankan. "Ketentuan gadai paspor di Hong Kong tidak diperbolehkan. Sebab, paspor merupakan dokumen perjalanan bukan untuk kepentingan lain," ucap Wendi.
Baca juga : Approaching China Tingkatkan Kesadaran Milenial Pentingnya Bahasa Mandarin
Pihak KJRI Hong Kong selalu siap memberikan pendampingan secara hukum bagi semua PMI. Penempatan PMI di Hong Kong sudah baik, agen sudah jelas, ada pemberi kerja, sehingga pekerja ilegal bisa dikurangi. “Hasil dari penelitian ini sendiri antara lain media komunikasi yang berisi pengetahuan pemberdayaan ekonomi khususnya pengelolaan keuangan yang dibutuhkan PMI. Beberapa media komunikasi yang dapat diakses oleh PMI dan jaringan komunikasinya yaitu website pmicerdas.org, fanpage PMICerdas, Instagram PMICerdas dan aplikasi keuangan di android," ungkap Wendi. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya