Dark/Light Mode

Kamboja Bakal Usir WNA Pelanggar Aturan Karantina

Selasa, 23 Februari 2021 13:56 WIB
Pengiriman 600.000 dosis vaksin Covid-19 yang disumbangkan oleh China tiba di Bandara Internasional Phnom Penh 7 Februari 2021 lalu. [Foto: Reuters]
Pengiriman 600.000 dosis vaksin Covid-19 yang disumbangkan oleh China tiba di Bandara Internasional Phnom Penh 7 Februari 2021 lalu. [Foto: Reuters]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamboja memberlakukan aturan tegas. Warga negara asing yang melanggar aturan karantina Covid-19, kabur dari pengobatan dan yang menolak berkoordinasi dengan otoritas kesehatan, bakal diusir.

Baca Juga : Dukung Pariwisata Danau Toba, AP ll Percantik Bandara Silangit Dan Kualanamu

Aturan ini bahkan sudah mendapat persetujuan Perdana Menteri Kamboja, Samdech Techo Hun Sen. "Bagi warga asing, mereka akan diusir dari Kamboja dan dilarang memasuki kembali negara tersebut," demikian surat yang ditandatangani Hu Sen pada Senin (22/2/2021), dikutip dari Xinhua.

Baca Juga : Terus Diminati, Prospek Properti Koridor Timur Jakarta Makin Tinggi

Tertulis pula bahwa perusahaan mana pun yang menolak berkoordinasi dengan otoritas untuk melacak kasus dugaan Covid-19, akan dicabut izin operasinya dan perusahaan mereka akan ditutup. Kebijakan itu bertujuan untuk memperkuat efisiensi dalam membendung penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Baca Juga : DPR Ingatkan Polri Untuk Tetap Konsen Terhadap Kejahatan ITE

Menurut data Kementerian Kesehatan Kamboja, hingga 23 Februari di negara itu tercatat total 593 kasus terkonfirmasi Covid-19, dengan nol kematian dan 475 kasus sembuh. [RSM]