Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Duta Besar India Untuk RI, Manoj Kumar Bharti
Ekonomi Biru: Kerja Sama ASEAN-India
Selasa, 2 Maret 2021 09:00 WIB
Sebelumnya
Dalam periode pasca Covid-19, kerja sama regional akan memberikan peran yang sangat besar dalam membingkai kerangka ekonomi biru terintegrasi untuk mendorong penelitian dan pengembangan kelautan dan langkah-langkah ketahanan iklim.
Melindungi sumber daya laut lokal merupakan salah satu kebutuhan paling mendesak dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan. Pemetaan proyek kelautan yang komprehensif di kawasan ASEAN-India, akan memfasilitasi implementasi yang efektif dari pariwisata pesisir dan laut yang berkelanjutan.
Pada KTT Peringatan ASEAN-India yang diadakan pada 25 Januari 2018, para pemimpin negara-negara ASEAN dan India menguraikan visi mereka tentang masa depan Kemitraan Strategis ASEAN-India, di mana mereka menunjuk Kerjasama ASEAN-India di Domain Maritim sebagai salah satu kunci bidang kemitraan ini.
Baca juga : Ekonomi Biru: Kerja Sama ASEAN-India
India mendukung Ekonomi Biru sebagai pilar baru dan sentral dari kegiatan ekonomi negara. Ini mencakup keduanya, daerah pesisir dan pedalaman yang terhubung.
Ekonomi Biru merupakan aspek penting dari Kemitraan Strategis ASEAN-India. Wacana Ekonomi Biru kontemporer menyoroti keselamatan dan keamanan maritim, konektivitas maritim, dan kesadaran domain maritim, serta pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
Tujuannya, mempromosikan pertumbuhan yang cerdas, berkelanjutan, dan inklusif, yang akan memaksimalkan peluang kerja di kawasan ASEAN-India, dengan konsentrasi khusus, pada kegiatan ekonomi maritim.
Baca juga : Generasi Muda Harus Tahu Kontribusi Sawit Bagi Ekonomi Indonesia
Perkembangan Ekonomi Biru di tingkat regional diperkirakan akan semakin diperkuat dengan pembentukan Kerangka Ekonomi Biru ASEAN-India (AIBEF). Pembentukan AIBEF berawal dari Deklarasi Delhi 2018, yang diadopsi pada Leaders' Summit yang diadakan pada 25 Januari 2018, di Delhi.
India adalah sumber kemitraan yang hebat untuk mengembangkan Ekonomi Biru nasional dan regional. India memiliki teknologi mutakhir untuk memperkuat kapasitas untuk mengeksplorasi sumber daya biru seperti placer dan mineral laut, hidrokarbon laut dalam dan laut ultradeep (misalnya minyak, gas alam dan hidrat gas), energi terbarukan (misalnya angin, gelombang, arus, energi panas), desalinasi air tawar dan bioprospeksi laut, dan lainnya.
Keterkaitan maritim mengalir secara otomatis ke dalam ranah berbagi domain maritim yang sama, ketergantungan yang sama pada samudra dan lautan, dan pemahaman bersama tentang pentingnya eksploitasi sumber daya lautan yang berkelanjutan, ASEAN dan India adalah mitra ideal dalam memajukan agenda Ekonomi Biru. Kementerian Luar Negeri (MEA), Pemerintah India telah melaksanakan tiga lokakarya Ekonomi Biru ASEAN-India -yang pertama di Vietnam pada 2017, yang kedua di India (New Delhi) pada 2018, dan yang ketiga di Thailand (Bangkok) pada 2019. Karena pandemi Covid-19, lokakarya keempat ditunda hingga 2021.
Baca juga : Menlu Turki Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Peserta lokakarya Ekonomi Biru ASEAN-India ketiga menyoroti tantangan dan masalah signifikan yang dihadapi negara-negara ASEAN dan India terkait dengan Ekonomi Biru. Karena itu, merekomendasikan untuk melanjutkan lokakarya di tahun-tahun mendatang. Selain itu, para peserta merekomendasikan untuk merancang rencana aksi untuk mengimplementasikan Visi Ekonomi Biru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya