Dark/Light Mode

Mau Genjot Ekonomi, Gubernur Texas Cabut Aturan Prokes

Rabu, 3 Maret 2021 17:09 WIB
Gubernur Negara Bagian Texas, Greg Abbott. [Foto: Lynda M. Gonzalez-Pool/Getty]
Gubernur Negara Bagian Texas, Greg Abbott. [Foto: Lynda M. Gonzalez-Pool/Getty]

RM.id  Rakyat Merdeka - Merasa perekonomian di wilayahnya berjalan lamban selama penerapan protokol kesehatan (prokes) selama pandemi Covid-19, Gubernur Texas, Amerika Serikat, Greg Abbott mencabut aturan ini. Padahal, Negeri Paman Sam belum 100 persen bebas virus Corona.

Pada Selasa siang waktu setempat (2/3), Abbott mengumumkan wilayahnya mencabut aturan wajib memakai masker. Keputusannya ini bertentangan langsung dengan program Covid-19 Presiden Joe Biden, yang meminta warganya untuk tetap menggunakan masker selama 100 hari sejak ia dilantik pada Januari lalu.

Selain mengakhiri kewajiban menggunakan masker, Abbott juga mengizinkan bisnis di Texas untuk kembali buka dengan kapasitas penuh. Hal itu berlaku per pekan depan. Harapannya, bisa menggenjot kembali perekonomian di Texas.

Baca juga : Presiden Jokowi Resmi Cabut Aturan Investasi Miras

"Terlalu banyak perusahaan kecil yang pemiliknya kesulitan unuk membayar tagihan. Pembatasan ini harus segera berakhir. Inilah waktunya kembali membuka Texas 100 persen," tegas Abbott dikutip Strait Times, Rabu (3/3/2021).

Keputusan Abbott tidak hanya bertentangan langsung dengan perintah Joe Biden. Langkah ia mulai melonggarkan pembatasan sosial selega mungkin, juga menjadikan Texas sebagai Negara Bagian AS paling agresif dalam menggenjot perekonomiannya lagi.

Abbott optimistis, karena kondisi pandemi Covid-19 di AS konsisten membaik walaupun angka kasus tetap tinggi. Menurut data dari Worldometer, angka kasus harian di Amerika telah turun ke angka 56.890 kasus per hari, dari yang sebelumnya sempat 308 ribu per hari di awal Januari.

Baca juga : Duh, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Kena OTT KPK

Penurunan tersebut tidak lepas dari gencarnya vaksinasi Covid-19 di Amerika. Sejak Joe Biden menjadi Presiden Amerika ke-46, ia mengambil sejumlah keputusan strategis, memperbaiki penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya, digencarkannya vaksinasi.

Per Rabu (3/3), rata-rata vaksinasi di Amerika adalah 1,94 juta suntikan per hari. Angka itu sudah lebih tinggi dibanding target yang dipasang Joe Biden, 1,5 juta suntikan per hari.

Untuk total vaksinasi, Joe Biden memasang target 100 juta dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan pada hari ke-100 ia memimpin, 30 April 2021.

Baca juga : Disowani Gubernur Enembe, Wapres Diajak Blusukan Ke Papua

Untuk Texas, baru 13 persen warganya yang telah menerima vaksin Covid-19. Dari 8,2 juta vaksin yang telah didistribusikan, baru 5,9 juta dosis yang telah disuntikkan petugas medis. Angka itu masih jauh dari ideal, mengingat total populasi Texas adalah 29 juta orang. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.