Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peminat Kursus Bahasa Indonesia Di Turki Meroket, Pendaftarnya Pecahkan Rekor
Rabu, 3 Maret 2021 21:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jumlah peminat kelas Bahasa Indonesia di Turki tahun 2021 meroket. Dengan kurikulum BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), target yang tersedia hanya 3 kelas, tapi peserta membludak hingga mencapai 16 kelas.
Kursus Bahasa Indonesia secara daring itu, menurut pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pendaftarnya pecahkan rekor dalam satu angkatan jika dibandingkan dengan di negara-negara lainnya. "Ini jauh melampaui target kami,” ungkap Hafid A Santosa, Sekretaris III Pensosbud KBRI Ankara, koordinator kegiatan ini.

Baca juga : Buka Kursus Bahasa Indonesia Di KBRI Roma
Dalam keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara (KBRI Ankara), dalam waktu dua pekan, sekitar 501 orang yang mendaftarkan diri dari 18 provinsi yang ada. Latar belakang profesinya bermacam-macam. Mulai dari pemandu wisata, pasangan WNI di Turki, akademisi, diplomat, presiden direktur dan general manager sejumlah perusahaan besar, hingga penulis buku-buku sejarah yang dikenal di negara yang berada di kawasan Eurasia itu.
Pengajaran Bahasa Indonesia bagi masyakat Turki diselenggarakan KBRI Ankara dengan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbud. Pengajaran menggunakan kurikulum BIPA sudah teruji dan terus dikembangkan selama puluhan tahun di berbagai negara. Kursus Bahasa Indonesia adalah salah satu upaya penguatan diplomasi bahasa yang dilakukan Perwakilan RI di Turki.
Sekretaris III Pensosbud KBRI Ankara, Hafid A Santosa.
“Bahasa Indonesia sudah dipahami lebih dari setengah populasi Kawasan ASEAN. Kita ingin terus menginternasionalkannya. Ini sangat istimewa karena meskipun baru pertama kali dibuka, jumlah peminat di Turki sangat besar bahkan mengalahkan jumlah peminat di banyak negara yang telah membuka kelas Bahasa Indonesia yang difasilitasi Badan Bahasa,” ujar Dora Amalia, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.
Baca juga : PII Beri Penjaminan Proyek Jalan Non Tol Lewat Pendanaan Syariah
Selain menggunakan kurikulum BIPA, pengajaran Bahasa Indonesia di Turki juga akan memanfaatkan materi-materi visual yang dikembangkan KBRI Ankara dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki yang dikenal dengan program Endonezya Evi (Rumah Indonesia).
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbud, Dora Amalia.
Ditargetkan dalam 5 bulan, pengajaran untuk setiap tingkatan akan selesai dan diakhiri dengan ujian serta pemberian sertpikat. Setelah selesai dalam satu tingkatan, para peserta juga dapat mengikuti tingkatan selanjutnya.
Baca juga : Dirjen Kekayaan Intelektual : Kepastian Hukum Merek Penting Agar Tak Timbul Permasalahan
“Saya ingin sekali belajar Bahasa Indonesia. Selain karena alasan potensi kerja sama ekonomi yang sangat besar di Indonesia, juga karena Indonesia adalah salah satu bangsa yang paling dekat di hati orang Turki,” tutur Gozde Dizdar, Presiden Direktur Perusahaan GD Global dari kota industri Izmir.
“Minat yang melampaui harapan ini, jelas merupakan ekspresi persaudaraan yang kuat masyarakat Turki kepada Bangsa Indonesia. Selamat belajar Bahasa Indonesia,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pengantar pembukaan kegiatan pengajaran tersebut pada 24 Februari lalu.
Dalam dua tahun terakhir, KBRI Ankara secara aktif terus melakukan berbagai upaya menarik perhatian masyarakat dan kalangan usaha di Turki terhadap Indonesia. Sebelumnya, KBRI Ankara juga telah membentuk klub tari Indonesia khusus bagi anak muda Turki. Tak hanya itu, KBRI Ankara juga dua kali mengirimkan influencers Turki ke Indonesia dan hasilnya sudah dilihat, lebih dari 6 juta view. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya