Click Here

Dark/Light Mode

Tak Masuk Akal, Alasan Israel Hancurkan Gedung Kantor Media Di Gaza

Minggu, 16 Mei 2021 19:03 WIB
Serangan Israel menargetkan Al-Jalaa, gedung perkantoran media di Kota Gaza, Palestina. Foto/REUTERS
Serangan Israel menargetkan Al-Jalaa, gedung perkantoran media di Kota Gaza, Palestina. Foto/REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel terus memborbardir Jalur Gaza. Bahkan, rudalnya menghancurkan Menara Al-Jalaa, gedung bertingkat yang menampung kantor-kantor media. Yakni Aljazeera TV, The Associated Press (AP), Mayadeen Company for Media Services, stasiun radio Voice of Prisoners, dan Doha Media Center

Bangunan 12 lantai yang menjadi sasaran rudal Israel adalah salah satu bangunan bertingkat tertua di Gaza. Bangunan itu memiliki 60 unit. Termasuk kantor perusahaan media, firma hukum, dan klinik kesehatan.

CEO dan Presiden AP, Gary Pruitt, mengatakan, sebelum menargetkan gedung itu, Israel telah memberikan peringatan.

Berita Terkait : Dirudal Israel, Gedung Kantor Berita AS dan Qatar Roboh!

"Ini artinya Israel sadar bahwa di gedung banyak media berkantor. Kami terkejut dan ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro Associated Press dan organisasi berita lainnya di Gaza," kata Gary Pruitt.

"Ini adalah perkembangan yang sangat mengganggu. Puluhan jurnalis dan pekerja paruh waktu ada di situ. Untungnya kami bisa mengevakuasi mereka tepat waktu," ujarnya.

Jika tahu di sana banyak media, jadi apa alasan Israel menjatuhkan rudalnya di gedung itu? Juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus menuding, Hamas (organisasi yang berkuasa di Jalur Gaza) menggunakan gedung itu untuk kantor intelijen militer dan pengembangan senjata.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Luncurkan Program Kemandirian

"Ada alat teknologi yang sangat maju yang digunakan Hamas, yang ditempatkan di sekitar atau di dalam gedung tersebut," tudingnya, dilansir Channel News Asia, Minggu (16/5/2021). Tetapi,Conricus mengaku tidak dapat memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut tanpa upaya intelijen.

Namun, pernyataan Conticus, dimentahkan Gary Pruitt. Menurutnya, klaim Israel tak masuk di akal. Sebab, biro AP di Gaza sudah menempati  gedung itu selama lebih dari satu dekade. Selama itu, tidak ada indikasi Hamas menggunakanya untuk kegiatan intelijen, terlebih menjadi gudang senjata.

"AP telah berada di dalam gedung itu selama lima belas  tahun dan kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung atau aktif di dalam gedung," ucap Gary Pruitt.

Berita Terkait : Kutuk Kekerasan Israel, RI Gunakan Semua Amunisi Dukung Palestina

"Kami telah meminta pemerintah Israel untuk mengajukan bukti, Ini adalah sesuatu yang secara aktif kami periksa dengan kemampuan terbaik kami. Kami tidak akan pernah mau membahayakan jurnalis kami," tukasnya.[MEL]