Dark/Light Mode

Diangkat Jadi Penasihat Ekonomi PM Malaysia

Najib Razak Dianggap Seperti Tikus Jagain Lumbung Padi

Sabtu, 11 September 2021 06:20 WIB
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) ketika menemui pendahulunya, mantan PM Najib Razak. (Foto: FACEBOOK/ISMAIL SABRI YAAKOB via World of Buzz).
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) ketika menemui pendahulunya, mantan PM Najib Razak. (Foto: FACEBOOK/ISMAIL SABRI YAAKOB via World of Buzz).

RM.id  Rakyat Merdeka - Negeri jiran heboh. Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yakoob menawarkan Najib posisi seba­gai penasihat negara untuk urusan ekonomi. Dengan cara ini, ia berharap dapat meraup dukungan dari para politisi UMNO di parlemen.

Sejak dilantik sebagai PM Malaysia pada 21 Agustus lalu, Sabri tidak memiliki dukungankuat di parlemen. Wakil Presiden UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) itu hanya didu­kung 114 anggota dari 222 kursi parlemen. Dua kursi masih kosong.

Mencermati ini, posisi Sabri masih riskan. Sebab, jika empat anggota parlemen tidak men­dukung Sabri di sidang mosi kepercayaan pekan depan, maka kepemimpinannya bisa goyah. Pemerintahan Ismail belum lama ini sempat mempertanyakan per­lunya sidang mosi kepercayaan itu. Padahal itu merupakan keputusan Raja, Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah Ahmad Shah, bulan lalu.

Baca juga : Pakar: Jangan Sembarangan Gunakan Pasal TPPU Buat Sita Aset

Sikap kubu Ismail, bisa di­duga karena ketakutan dengan posisinya yang tak kuat itu. Tentunya, ia tidak ingin bernasib sama dengan pendahulunya, Muhyiddin Yassin yang hanya memimpin selama 18 bulan.

Najib termasuk di antara sekitar 15 anggota parlemen yang memilih menarik dukungan untuk Muhyiddin bulan lalu. Dukungan Najib dapat memastikan Ismail aman berkuasa.

Meski sebagai terdakwa ko­ruptor dan sudah tidak menjabat lagi, Najib masih diperhitungkan di kancah politik. Pengaruhnya masih sangat kuat di UMNO, partai politik terbesar di negeri jiran itu.

Baca juga : Bamsoet Ajak PPI Malaysia Kembangkan Semangat Kebangsaan

“Dato’ Sri Najib berkomitmen menyumbangkan tenaga, waktu, dan pemikirannya sebagai satu kesatuan demi Malaysia tercin­ta,” kata Ismail dalam postingan di Facebook-nya.

Najib dan Sabri bertemu dan berdiskusi selama satu jam di kantor PM, Kamis (9/9) lalu. Keduanya membahas perkem­bangan ekonomi, termasuk strategi menangani Covid-19.

Najib juga memposting per­temuannya dengan Sabri di Facebook-nya. Ia yakin dan per­caya, usulannya kepada sang PM bakal membuahkan hasil. “Usul yang saya rekomendasikan ini realistis dan mudah diterapkan dalam waktu dekat. Insya Allah akan mendapatkan restu dari PM dan Kabinet akan segera dilaksanakan,” tulisnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.