Dark/Light Mode

Diangkat Jadi Penasihat Ekonomi PM Malaysia

Najib Razak Dianggap Seperti Tikus Jagain Lumbung Padi

Sabtu, 11 September 2021 06:20 WIB
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) ketika menemui pendahulunya, mantan PM Najib Razak. (Foto: FACEBOOK/ISMAIL SABRI YAAKOB via World of Buzz).
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) ketika menemui pendahulunya, mantan PM Najib Razak. (Foto: FACEBOOK/ISMAIL SABRI YAAKOB via World of Buzz).

 Sebelumnya 
Sontak, kabar di media sosial itu membuat netizen khawatir. Mereka masih ingat, Najib ada­lah terdakwa korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), badan keuangan negara.

Dilansir World of Buzz, Kamis (9/9), netizen mengungkapkan kecurigaannya terhadap kabar tersebut. “Mari berharap tidak ada kerang di balik mihun,” kata salah satu warganet.

Baca juga : Pakar: Jangan Sembarangan Gunakan Pasal TPPU Buat Sita Aset

“Apa dia datang untuk meminta kasusnya digugurkan?” timpal lainnya. “Tidak adakah sosok lain selain dia (Najib)?” tanya warganet lainnya. “Menugaskan tikus menjaga lumbung padi? Yang benar saja,” sahut yang lain.

Najib menjadi sorotan karena skandal 1MDB. Kasus itu membuat pemerintahan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib, pada Pemilu 2018 men­derita kekalahan. Mantan PM Mahathir Mohamad membuka kasus tersebut sesuai dengan janji politiknya pada kampanye 2019. Sehingga, Najib diseret ke pengadilan.

Baca juga : Bamsoet Ajak PPI Malaysia Kembangkan Semangat Kebangsaan

Tahun lalu, Najib divonis ber­salah atas dakwaan penyalahgu­naan kekuasaan, pencucian uang, dan pelanggaran kepercayaan. Dia didakwa menggelapkan uang 42 juta Ringgit (Rp 147,1 miliar) dari bekas unit 1MDB ke rekeningnya, dan uangnya digu­nakan untuk foya-foya. Karena perbuatan Najib, negara disebut merugi setidaknya 4,5 miliar dolar AS (Rp 65,5 triliun).

Kabar mengenai keinginan sang PM menggandeng Najib di pemerintahannya ini menyusul pencalonan Sekjen UMNO Ahmad Maslan sebagai Wakil Ketua DPR. Namun, Maslan kini juga tengah menghadapi tuduhan korupsi. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.