Dark/Light Mode

Australia Gelar Pemilu Hari Ini

PM Scott Morrison Diprediksi Terjungkal

Sabtu, 18 Mei 2019 06:07 WIB
Bill Shorten dan Scott Morrison. (Foto : ABC).
Bill Shorten dan Scott Morrison. (Foto : ABC).

RM.id  Rakyat Merdeka - Polling terakhir memprediksi, Partai Buruh Australia bakal memenangkan Pemilu yang digelar hari ini. Jika itu benar terjadi, partai koalisi pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Scott Morrison bakal terjungkal.

Pemilu yang diselenggarakan hari ini untuk memilih 151 kursi di DPRdan 40 dari 76 kursi anggota senat. Pemilu ini diikuti oleh koalisi Partai Liberal Nasional yang merupakan inkumben melawan Partai Buruh.

Koalisi pemerintahan Australia saat ini adalah gabungan dari Partai Liberal Australia dan Partai Nasional Australia. Perdana Menteri Morrison berusaha mengunci kemenangan ketiga bagi partainya.

Baca juga : Angkutan Lebaran di Terminal Merak Diprediksi Naik 20 Persen

Namun saat ini dia menghadapi persaingan yang ketat dengan Bill Shorten, Ketua Partai Buruh Australia. Jika Morrison kalah dalam pemilu hari ini, Australia akan memiliki perdana menteri yang ketujuh sejak 2010.

Berdasarkan polling harian Sydney Morning Herald kemarin, Perdana Menteri Australia Scott Morrison diprediksi bakal kalah. Salah satu yang mendorong kemenangan oposisi yakni kematian bekas PM Bob Hawke. Hawke merupakan politisi senior partai buruh.

Menurut polling ini, saat berkuasa Hawke sangat dicintai warga Australia. Kabar meninggalnya diyakini memberikan efek positif kepada Partai Buruh. Hawke dikenal sebagai sosok yang merakyat.

Baca juga : PM Morrison Dilempar Telur, Mantan PM Abbott Dikasih Tinja

“Hasil polling per 17 Mei menunjukkan Partai Buruh mengungguli koalisi pemerintah Morrison dengan perolehan suara 51 banding 49 persen,” sebut polling itu.

Hasil polling serupa juga didapati lembaga survey Essential. Lembaga ini menilai Morrison gagal merayu para pemilih lewat janji stabilitas ekonomi. Koalisi pemerintahan Morrison, yang dipimpin Partai Liberal, nampak lemah dibanding Partai Buruh.

Survei Essential memperlihatkan dukungan bagi Partai Buruh yang merupakan oposisi di tubuh pemerintah Australia sebanyak 51,5 dan 48,5 bagi koalisi pemerintahan Morrison.

Baca juga : Hari Ini, Menteri Agama Diperiksa KPK

Essential mendapati seruan Morrison sepanjang kampanye, yang menyebut Partai Buruh akan melukai perekonomian Australia, tidak membawa tambahan dukungan suara. Sepanjang masa kampanye, Morrison tidak hanya menyampaikan kengerian yang akan dialami sektor ekonomi jika partai oposisi menang pemilu.

Morrison juga menuding Partai Buruh berperilaku anti-semit terkait isu pemindahan kedubes ke Yerusalem. [AP/DAY

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.