Dark/Light Mode

Tahun Baru: Fa Aina Tadzhabun? (2)

Selasa, 4 Januari 2022 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Al-Qur’an lebih tegas menyatakan bahwa: Likulli ummatin ajal/Setiap umat (orde) itu juga punya ajal. “Idza ja’a ajaluhum la yasta’khiruna sa’atan wa la yastaqdimun (Dan apa bila ajal itu datang, tidak akan pernah dapat ditunda atau dimajukan”).

Baca juga : Tahun Baru: Fa Aina Tadzhabun? (1)

Orang, keluarga, atau masyarakat yang tidak memiliki visi dan tujuan, maka dikhawatirkan ajalnya akan tiba lebih awal. Khusus untuk ajal suatu masyarakat, Ibnu Khaldun pernah mengingatkan kepada kita terhadap empat generasi yang akan menentukan cepat atau lambatnya ajal masyarakat itu tiba, yaitu: pertama generasi perintis. Kedua, generasi pembangun. Ketiga, generasi penikmat, dan Keempat generasi penghancur.

Baca juga : Belajar Terima Kenyataan (2)

Banyak contoh dalam kisah Al-Qur’an yang menunjukkan betapa riskannya ajal sebuah generasi. Terkadang individu yang memiliki perencanaan yang matang dalam menjalani kehidupannya lebih panjang ajalnya daripada ajal masyarakatnya.

Baca juga : Belajar Terima Kenyataan

Di antara generasi bangsa Indonesia banyak sekali yang pernah merasakan beberapa pergantian generasi (orde). Ada yang pernah menyaksikan tibanya ajal penjajahan Jepang, Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.