Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ukraina memiliki nilai sangat strategis bagi Rusia. Eks salah satu Republik Soviet itu adalah pangkalan Angkatan laut terbesar Uni Soviet. Setengah dari persenjataan nuklir juga berada di Ukraina. Maka, Presiden Putin mati-matian melawan upaya NATO memasukkan Ukraina sebagai negara dibawah pengaruh NATO.
Hari ini, 9 Mei 2022, Rusia dan negara-negara sekutu merayakan Hari Kemenangan (Victory Day) Sekutu atas kekuasan Hitler. Di Moskow Hari Kemenangan selalu dirayakan secara meriah, parade militer digelar dengan memamerkan kekuatan militer Rusia. Pemimpin dunia pasti akan mendengarkan pidato Presiden Putin pada hari bersejarah itu, terutama terkait dengan Perang Ukraina.
Baca juga : Ekonomi Kapitalistis VS Ekonomi Kerakyatan
Dua pemimpin Brazil, Presiden Bolsonaro, dan Lula da Silva (ex. Presiden) sama-sama berceloteh bahwa perang di Ukraina gara-gara-gara Presiden Zelenskyy ex aktor pelawak. Kalau bukan pelawak, situasinya mungkin tidak berkembang begitu buruk seperti sekarang.
Jadi, pemerintah kita harus hati-hati menyikapi peperangan di Ukraina. Jangan bermimpi untuk mencari pencitraan di forum internasional dari perang yang rumit itu.
Baca juga : Kenapa Keturunan PKI Tidak Boleh Masuk TNI?
Prof. Tjipta Lesmana, Pengamat politik internasional, penulis buku “Runtuhnya Kekuasaan Komunis” (1995)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.