Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tinjauan Haji Dalam Berbagai Dimensi Spiritual (16):
Antara Bakkah Dan Makkah
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Al-Qur’an sering menggunakan kata Bakkah tetapi juga sering menggunakan kata Makkah. Apa perbedaan antara Bakkah dan Makkah?
Makkah adalah nama sebuah kota yang biasa disebut Tanah Haram, yang meliputi puluhan kilometer di seputar Ka’bah. Sedangkan Bakkah adalah nama tempat di mana Rumah Allah (Baitullah) dibangun.
Kata Makkah dan Bakkah masing-masing disebutkan hanya sekali dalam Al-Qur’an. Kata Makkah disebutkan dalam QS al-Fath/48:24, sedangkan kata Bakkah disebutkan Q.S. Ali ‘Imran/3:96.
Baca juga : Batas Tanah Haram, Kota Berkah
Kata Makkah berasal dari akar kata: Makka-yamukku-makkan, berarti menghisap, menyedot. Dalam kamus utama bahasa Arab, Lisan al-‘Arab karya monumental Ibn Mandhur (15 jilid) menjelaskan bahwa kata makka searti dengan mashsha-yamushshu-mashshan berarti mengisap atau menyedot, seperti dalam kata: Imtashsha jami’ ma fihi wa syaribah kullih (mengisap dan menyedot semua apa yang ada di dalam).
Tukang bekam (pengobatan dengan menyedot darah kotor) disebut al-mashshash atau al-hajjam. Para hujjaj disebut mushashah karena tersedot di dalam pusat gravitasi spiritual, Ka’bah atau Baitullah. Setelah disedot segala dosa dan menjadi dekat-sedekat-dekatnya kepada Allah SWT, maka manusia merasa plong, bebas.
Inilah salah satu sebab mengapa Ka’bah disebut dengan Bait al-‘Atiq (rumah pembebasan), karena bisa membebaskan seseorang dari kungkungan dosa dan kesalahan yang mengurung dirinya selama ini.
Baca juga : Menyingkap Misteri Hijir Ismail
Dalam kamus Lisan al-‘Arab karya Ibn Mandhur, mengartikan Makkah sama dengan tahdzib, dari akar kata hazdaba-yahzdibu-hadzban-tahdziban, berarti membersihkan, membetulkan, dan mendidik.
Pengertian ini bisa dihubungkan dengan beberapa ayat dan hadis bahwa orang-orang yang datang dengan niat tulus karena Allah, baik niatnya untuk haji atau umrah, niscaya akan dibersihkan dan disucikan jiwa, pikiran, dan segenap suasana batinnya, sehingga mereka dilukiskan bagaikan bayi baru lahir dari rahim ibunya (ka yaum waladathu ummuh) yang bersih dari dosa dan noda.
Kata makkah juga berati tempat yang kering dan kurang air (qillah al-ma’). Dahulu kota Makkah dihubungkan dengan kata makkah karena kawasan ini tidak lebih dari hanya gurun tandus dan hanya terdiri atas perbukitan kering.
Baca juga : Menyingkap Misteri Multazam
Belakangan setelah muncul sumur Zamzam melalui peristiwa ajaib, kota ini berubah menjadi daerah penting karena oase Zamzam tidak pernah kering, bahkan debet airnya tak terbatas, mengantarkan suku Quraisy sebagai pemimpin seluruh qabilah di kawasan Arab.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.