Dark/Light Mode

Bagaimana Merawat Kemabruran Haji? (4)

Memelihara Rasa Tawakkal

Senin, 1 Agustus 2022 06:36 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Tawakkal berarti penyerahan diri secara total semua urusan hanya kepada Allah SWT. Tawakkal adalah realisasi keyakinan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengertian ini sesuai dengan Q.S. al-Ma’idah/5:23: “Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman”.

Suatu ketika Rasulullah SAW menerima beberapa tamu dari luar kota di Madinah. Salah seorang di antara tamunya ditanya, dimana kamu menambatkan untamu?

Sang pemuda menjawab, saya tidak menambatkannya karena saya sudah bertawakkal kepada Allah SWT. Lalu ia memohon Rasulullah SAW mendoakan agar untanya aman. Rasulullah SAW menegur pemuda itu dengan mengatakan, tambatkan dulu untanya, baru bertawakkal kepada Allah SWT.

Baca juga : Memelihara Kesabaran

Tawakkal tidak bisa diartikan kepasrahan secara passif, yang menyiratkan unsur kemalasan, keputusasaan, dan sikap minimalisme, tetapi kepasrahan secara aktif, sesuai kapasitas manusia sebagai hamba dan khalifah yang menuntut tanggung jawab.

Tidak bisa berdiam diri dengan pasif saat kita didera penyakit, tetapi kita harus berusaha mencari cara penyembuhan, sebagaimana diperintahkan Rasulullah SAW: “Berobatlah wahai hamba Allah, karena Allah menciptakan penyakit dan obatnya.” (HR al-Tirmidzi).

Jika kita sudah berobat dengan berbagai macam cara tetapi penyakitnya tetap berlangsung, baru kita tawakkal dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Sang Maha Penyembuh. Bersabar dari penyakit merupakan suatu hal yang terpuji, bahkan akan berfungsi sebagai pengampunan dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Demam satu hari menghapus dosa satu tahun.” (HR. Al-Qudha’i dari Ibnu Mas’ud).

Baca juga : Memelihara Tahmid Dan Syukur

Tawakkal disertai keikhlasan akan memberikan banyak keajaiban dalam hidup. Rasulullah SAW memberikan perumpamaan kehidupan orang-orang yang bertawakkal dengan kehidupan burung:

Jikalau kamu bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sesunguhnya, niscaya Allah memberi rezeki kepadamu, sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung yang keluar (dari sarangnya) pagi-pagi dengan perut lapar dan kembali pada sore hari dengan perut kenyang. Dan lenyaplah gunung-gunung penghalang dengan sebab do’amu”. (HR. Muhammad bin Nashar dari Muadz bin Jabal dan oleh Baihaqi dari Wuhaib al-Makki).

Dalam sebuah ayat juga menegaskan rezki bagi setiap makhluk hidup sudah ditentukan oleh Allah SWT dalam Q.S. Hud/: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud/11:6).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.