Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam tradisi intelektual, penggunaan istilah henoteisme pertamakali digunakan oleh Friedrich Schelling lalu disusul oleh F. Max Muller pada abad ke-19, kemudian istilah ini mulai populer sesudahnya sebagai gambaran sebuah komunitas yang mampu memadikan keberadaan Dewa paling berkuasa yang kemudian diianggap Tuhan. Di dalam agama Hindu, kita bisa melihat lebih banyak varian henoteisme.
Dalam hinduisme, keberadaan dewa-dewi kecil di samping dewa-dewi yang besar sampai kepada yang paling besar bukanlah masalah. Konsep syirik di dalam agama Hindu bukanlah sesuatu yang sangat tercela sebagaimana halnya di dalam Islam. Koleksi symbol dewa-dewi dan sekaligus memberikan pemujaan kepada mereka adalah sesuatu yang sah tetapi dianggap tidak abash oleh penganut agama monoteisme , khususnya agama Islam.
Dalam tradisi Yunani dan Roma, sesungguhnya agama dan kepercayaan mereka adalah politeisme kemudian berangsur-angsur menjadi henoteisme dan dalam masa neoplatonisme diperkenalkanlah konsep monoteisme, meskipun konsep monoteismenya belum monoteisme mutlak.
Dalam masa kekuasaan neoplatonisme masyarakat lebih familiar denga konsep deisme, panteisme, monoteisme, dan tentu saja henoteisme. Belakangan setelah muncul Bibel (Alkitab), khususnya Al-Qur’an, maka kawasan polyteisme dan animisme dalam waktu dekat beralih menjadi monoteisme. Poses monoteisme dalam periode Islam berlangsung melalui cara bertahap (relativering process/tadarruj).
Arah kecenderungan logika manusia modern memang lebih cenderung memberikan pengakuan kepada hanya satu Tuhan, karena sulit difahami jika manusia memiliki lebih dari satu Tuhan. Satu saja Tuhan sudah sedemikian sulit manusia memberikan pelayanan apalagi jika lebih dari satu Tuhan. Hanya saja Tuhan Yang Maha Esa perlu ada kejelasan agar jangan sampai pengakuannya Tuhan Yang Maha Esa tetapi faktanya juga melibatkan banyak kekuatan gaib lain yang mirip dengan Tuhan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.