Dark/Light Mode

Belajar Dari Pengalaman Suksesi Nabi

Minggu, 6 November 2022 06:25 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Selain itu Abu Bakar juga selalu diminta oleh Nabi menggantikannya menjadi imam salat semasa beliau sakit. Lagi pula, menurut Umar, jika yang menjadi pemimpin dari golongan suku Khazraj belum tentu bisa diterima oleh suku ’Auz, yang selalu menjadi saingan suku Khazraj di Madinah. Perdebatan alot tentang siapa yang akan mengganti status Nabi sebagai Kepala Pemerintahan membuat jasad Nabi tertunda dimakamkan sampai hari Rabu.

Para peserta pertemuan menyetujui pendapat Umar dan Umar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung membaiat Abu Bakar sebagai khalifah (pengganti Nabi sebagai Kepala Pemerintahan).

Baca juga : Bertoleransi Secara Tulus

Baiat ini terkenal dengan Bai’at Tsaqifah. Walaupun pada mulanya ada masalah kecil karena keluarga dekat Nabi tidak dilibatkan, seperti Fatimah, anak tunggal Nabi yang hidup, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin ’Affan, dll. Fatimah diketahui tidak ikut membaiat Abu Bakar. Ali, suami Fathimah, nanti membaiatnya sesudah Fatimah, isterinya meninggal.

Suksesi awal dalam kepemimpinan umat Islam ini mela­lui model musyawarah terbatas, yaitu musyawarah yang mewakili para pihak. Dari kelompok Anshar diwakili oleh kelompok suku Khazraj dan Suku ’Aus dan dari kelompok Muhajirin diwakili oleh Abu Bakar dan Umar ditambah be­berapa sahabat muhajirin lainnya.

Baca juga : Memberi Kebebasan Beragama

Suksesi Nabi tidak terlalu rumit karena kepiawaian Abu Bakar saat itu memang tak tertandingi. Kelompok Anshar dan Muhajirin beraklamasi menyetujui Abu Bakar sebagai pengganti Nabi.

Abu Bakar melanjutkan kebijakan politik Nabi, sementara urusan spiritual mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan Hadis. Abu Bakar tidak menemui banyak kesulitan karena selain lebih senior ia juga memiliki kapasitas sebagai ulama dan berpen­galaman mendampingi Nabi mengurus roda kepemimpinan dunia Islam. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.