Dark/Light Mode

Rekonsolidasi Strategi Kebudayaan Nasional (5) Subject Matter SKN (3):

Otonomi Kepemimpinan Nasional

Sabtu, 17 Desember 2022 06:20 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Persoalan lain yang sering terlihat di dalam penyeleng­garaan kepemimpinan nasional ialah kentalnya kekuatan bargaining kekuatan politik praktis.

Presiden terpilih sepertinya tersandera dan sulit untuk menentukan kabinet ideal yang terdiri atas orang-orang yang professional pada bidangnya masing-masing, karena kekuatan partai politik pendukung ditambah dengan tim suksesi yang telah ban­yak berkeringat mendukungnya juga mengharapkan kata.

Baca juga : Merumuskan Nasionalisme Indonesia

Bahkan bukan hanya memerebutkan jabatan kabinet dan lembaga-lembaga negara lainnya, tetapi juga sampai kepada Dubes, jabatan eselon satu, komisaris dan direksi BUMN, dan kadang-kadang pada pemenangan tender untuk proyek-proyek besar.

Sebagai dampak dari improvisasi yang tidak sehat ini, maka Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) amat sulit dihilangkan di negeri ini. Otonomi kepemimpinan nasional, dari tingkat pusat hingga paling bawah, sangat tergerus oleh kekuatan kelompok pressure yang ironisnya cenderung dipandang wajar dan jangan sampai dianggap sudah menjadi bagian dari budaya bangsa.

Baca juga : Humanisme Yang Berkeindonesiaan

Salah satu upaya fundamental untuk mengeliminir fenomena kepemimpinan nasional yang destruktif ini ialah mengokohkan kembali nilai-nilai budaya luhur bangsa yang pernah menyatu­kan energi nasional untuk bersama-sama berjuang melawan penjajah asing, bersama-sama menyepakati konsep dasar berbangsa dan bernegara yang sedemikian rumit, dan bersama-sama memberikan kepercayaan penuh kepada para pemimpin bangsanya untuk menakhodai perahu nasional di tengah terpaan ombak yang menggunung.

Kita perlu melakukan apa yang penulis istilahkan dengan “Rekonsolidasi Strategi Kebudayaan Nasional” guna membangkitkan semangat nasionalisme “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa” tanpa rasa curiga satu sama lain. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.